Wednesday, June 13, 2007

Kata itu yang Kuhindari

dentingan-dentingan yang jauh dan dalam itu nada,
bukan tulisan.
ada syahdu tersembunyi meliuk-liuk dalam bayangan mimpi,
menyapa lembut ke sudut sukma.

jangan pernah ucapkan kata itu padaku,
aku kenyang dengan ketajaman pepatahnya.
aku patah dengan kebuntuan selaputnya yang mengikat kuat.
aku takut untuk kembali melayang di ujung pelanginya lagi.

maka kutangisi,
kusenyumi,
kulambaikan tanganku,
kulepas sembilu.

hanya jangan sebut saja kata itu,
aku akan menyambut tanganmu dalam kesenduan-Nya.
agar rebah kerinduan akan damai,
bukan atas kata itu yang kuhindari untuk kudengarkan.

hanya ada sedikit huruf, tapi kata-kataku berkesinambungan ke sana ke mari.
masih bukan tentang kata itu.
karena aku memutar kata-kataku untuk berlari jauh saja.
untuk melayang dalam ketinggian yang sunyi.

aku bersedia menjadi sayapmu sayang,
tapi jangan harap aku menerimamu dengan kata itu.
karena aku yakin,
kata itu tidak akan pernah muncul dalam diriku sekarang,
karena ia muncul dari kesatuan kita, dari Dia, yang telah menciptakan kata itu.

bukan sahabat,
sayangku itu belum muncul,
tak pun kuberniat untuk menemukannya sekarang.
aku masih ingin menatap tanda-Nya tanpa kedipan resah atas nama kata itu.

meluruhlah asa,
aku kini siap untuk menari lincah,
dalam keriangan yang diizinkan oleh-Nya.
agar nanti, kusambut tangan sayangku dalam kesenduan-Nya.


Nuril, June 13 2007, 11.36 pm


No comments:

Post a Comment