Friday, June 8, 2007

Tentang Lelaki Itu


dia bukan Adam,
sehingga tidak hanya Hawa yang bisa menjadi pasangannya.

dia tidak semegah Sulaiman,
sehingga tidak tercengang Balqis akannya.

dia dia tidak seindah Yusuf,
sehingga Zulaikha tidak merasa resah di dada.

bukan, dia bukan kekasihku.
bukan, dia bukan pendamping hidupku,
....

dia hanya seorang lelaki biasa,
yang sedang meniti jalan.

bukan, aku bukan saudarinya.
bukan, aku bahkan sama sekali tidak mengenalnya.

hanya aku tertarik akan caranya berjalan.
yang kadang-kadang terseok, kadang-kadang tegap lurus dan cepat.
seperti manusia biasanya.

dia pasti sedang bertanya.
sedang menghitung uang yang tersisa di kantung kehidupan.
sedang mencoba menari di puing-puing kasih.

benar-benar sama seperti manusia biasanya,
hanya menengadah ke langit,
tak bergeming.

saat ia kelihatan tak bertenaga,
ia akan mulai mengais ujung lorong,
untuk secuis serpihan kemanisan.
tapi ia tidak mencoba berlari agar bisa merasakan kemanisan itu dari udara bebas,
padahal kakinya tidak pincang, hanya terseok kadang-kadang.

kadang-kadang pula,
ia menangis, ia tersedu.
ia terluka, ingin kusembuhkan tapi aku tidak mampu.
ingin kumembasuh air matanya tapi aku tak bisa.

lucunya,
ia akhirnya berhenti.
ia sedang memandang lantai bisu.
ia pun membisu dalam-dalam.

akhirnya berhentinya terjelaskan,
ia melepaskan sepatu kotornya.
ia terbang ke api panas,
ingin hilang...

akhirnya ia hilang,
dan aku tidak bisa apa-apa.
aku coba meniup api itu kencang-kencang
tapi Dia tidak mengijinkanku untuk menghentikan api itu seperti dengan Ibrahim,
maka kubisu memandang kebakaran hidup itu...

bukan, aku bukan manusia.
aku hanya angin yang lewat selintas.
hanya patuh pada-Nya, dan tidak pernah bisa memiliki pilihan.
aku kasihan pada lelaki itu,
ia punya pilihan, punya jalan yang berlorong-lorong,
tetapi ia memilih untuk berhenti di pemberhentian yang palsu.
kata Tuhanku,
ia takkan pernah mendapat kelembutan tangan-Nya kelak.

maka kutundukkan hati,
terima kasih atas-Nya,
karena pada akhirnya aku akan tiada dan bukan seperti lelaki itu,
bukan seperti lelaki itu yang pada akhirnya,
harus berakhir di keindahan abadi atau kebinasaan selamanya.
kata Tuhanku, itulah akhir yang sebenarnya!

No comments:

Post a Comment