Thursday, July 5, 2007

Ini Bukan Puisi Cinta

ini bukan puisi cinta,
hanya puisi biasa dengan kata-kata
lagipula aku belum pernah jatuh cinta.

ini bukan ungkapan kasih,
hanya hamparan-hamparan rapih
lagipula aku remaja masih.

ini bukan rayuan rindu basi,
hanya harapan ingin menulis puisi
yang melelehkan hati yang bukan besi.

wahai, lihat daun-daun yang berbicara itu.
ada dua di situ, yang hijau dan yang kelabu.
yang hijau berkata, "Ada seorang gadis yang sedang bingung, puisinya mulai memuakkan."
yang kelabu berkata, "Andai ia bisa berganti tempat denganku. Aku akan segera gugur."

wahai, lihat kerikil-kerikil yang berkejaran dengan angin puyuh itu.
ada tiga di situ, semuanya abu-abu.
yang satu berkata, "Ada seorang gadis yang sedang gundah, puisinya mulai memuakkan."
yang kedua berkata,"Andai ia bisa berganti tempat denganku. Aku hanya bisa terbawa angin."
yang ketiga berkata,"Apa ia bodoh? Jika aku ia, sudah kuambil kertas dan pena lain!"

wahai, dengar bisikan-bisikan dari debu di bawah sepatuku.
ada seribu di situ, tak ada warna; tak bisa kumelihatnya.
mereka berkata, "Ada seorang gadis yang sedang gelisah, puisinya mulai memuakkan."
debu-debu yang lewat di ujung kerudungku berkata, "Manusia memang diciptakan gelisah!"

alisku mengerut,
manusia diciptakan gelisah?
cepat kutangkap debu-debu yang berkata tadi,
kutanyakan, "Siapa yang berkata demikian?"

"Tuhan," mereka membalasku...


Nuril, July 5, 2007, 6.54 pm

No comments:

Post a Comment