Saturday, July 7, 2007

mengapa dia harus datang, Tuhan?

apa yang menyebabkanku jatuh dalam bayangnya?
bayang yang semu dan hanya berupa harapan nun jauh di awang-awang...
senyumnya yang maya menyapaku suatu pagi,
sesuatu yang kuresapi dalam.

sapaan itu berlanjut ke sebuah percakapan.
sebuah percakapan itu meniti ke sebuah rangkaian rutinitas.
rutinitas itu kini harus terganti, saat terganggu.
sama-sama bersembunyi saat ingin bercerita dalam.

dalam sapaan-sapaan lembut,
dalam kisah-kisah merah jambu masing-masing,
kurasa benang-benang itu mengkristal palsu dalam asaku yang rapuh.
aku takut untuk berharap padanya..

jarak waktu dan tempat memisahkan harapanku dan dia.
biarlah dia di sana, aku di sini.
tak ingin pun aku lebih dekat atau lebih jauh.
dia dan senyum mayanya.

Tuhan,
aku tahu ini bukan cinta,
tapi aku diusik berat olehnya.

Tuhan,
aku tahu ini bukan dari-Mu,
ini darinya yang Kau kutuk di hari pertama dulu.

ingin ku semua ini halal,
agar kuserah semua haru biru di lembaran sutera kasih.
agar kupanggil dia cintaku, kasihku, sayangku, dan ah, terlalu banyak.
tapi kuragu itu akan pernah terjadi...

Tuhan, bunuh rasa murahan ini!
aku muak dengan selaput rindu semu!
aku ingin menunduk hingga tiba waktu tuk menengadah.
andai dia tahu apa yang kuinginkan...

Tuhan, bantu aku mencadari hatiku.
biar dia melewati teras depannya sekali-kali,
tapi takkan kubiarkan lagi lebih jauh dari itu.
agar damai ku di dalam hati yang tercadar...

No comments:

Post a Comment