Sunday, July 29, 2007

The Qur'an Reads Me...

saat itu awal-awal tahun 2007; awal-awal semester satu year 12-ku di AIA.
masa-masa demanding, masa-masa di mana sistem year 12 terasa lebih ketat dari year 11 tahun lalu.
mulai jauh lagi dengan ayah bunda terkasih,
mulai lagi semua perjuangan demi ilmu yang insya Allah diridhoi-Nya...

tiba-tiba suatu malam aku merasa sedih; tapi mengapa?
tugas-tugas sekolah walaupun banyak, alhamdulillah terkendali dengan baik.
rindu rumah yang menusuk juga baru terobati, baru saja aku menelepon keluargaku.
lantas apakah gerangan yang masih menggelayuti mataku yang mengembun..??

teringat dengan SMS terakhir dari ayahku,
"Kalau resah, baca terus Qur'an ya sayang. jangan lupa berdo'a, ayah juga selalu berdo'a buat Kakak dari sini",
maka kuraih Qur'an terjemahan Bahasa Indonesiaku

teringat bahwa Qur'an itu penuh kebenaran dan Dia selalu menatap isi hatiku lebih dariku sendiri,
maka kubiarkan tanganku membuka lembarannya tanpa tujuan untuk membaca surat tertentu,
dan terbukalah kitab suci-Nya itu tepat di sebuah ayat yang bermakna seperti berikut,

"Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis"
QS An-Najm:43


kontan, aku mencucurkan air mata...
jika Dia yang menciptakan air mata ini, maka mengapa harus kutahan?
walaupun tidak kutahu sebab musabab keresahan itu,
toh Dia sendiri yang mengatakan bahwa kesedihan itu Dia yang menjadikannya,
maka tenanglah hatiku saat itu...

................................................................
................................................................
................................................................
................................................................



saat itu, aku sedih lagi,
aku lupa kapan...yang jelas saat akhir-akhir semester pertama year 12 ini.
kali ini, aku stress berat dengan tugas sekolah yang makin menumpuk kian hari.
bukan karena aku tidak mencoba mengerjakan; alhamdulillah semuanya in progress
hanya saja kedatangannya yang bersamaan dan due di hari yang sama pula membuatku stress berlebihan...

maka sekali lagi kuraih Qur'an terjemahanku,
kubuka sembarang tanpa bertujuan untuk membaca surat tertentu.
maka mendaratlah sepasang mata ini di ayat berikut,

"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman."
QS Ali Imran: 139


maka sekali lagi air mata ini tumpah.
apa alasanku untuk mengeluh, jika iman yang dikaruniakan-Nya ini seharusnya menggembirakanku karena bisa meninggikan derajatku dibanding mereka yang masih menduakan diri-Nya atau bahkan menafikan diri-Nya di luar sana?...
apalah arti semua tugas sekolah ini, aku harusnya tetap tenang karena Dia sendiri yang menyuruhku untuk tidak menjadi lemah dan bersedih hati?
aku tahu, sababunnuzul ayat ini berbeda jauh dengan kasusku,
namun bahwa aku dituntun-Nya untuk membaca ayat itu tentu ada maksud tersembunyinya!
wallahu a'lam...
maka sekali lagi aku merasa tenang...


........................................................
........................................................
........................................................
........................................................



kali ini seorang teman maya mengirim SMS di tengah malam di liburan antara semester pertama dan kedua year 12 ini,
mengatakan bahwa,
"gw sekarang percaya kata2 lo kalo ga ada yang namanya teman yang benar-benar sejati, yang ada juga Allah yang selalu siap ngedengerin curhat kita kapan aja, karena gw baru ngerasainnya sekarang."

keesokan magribnya,
kembali kubuka Qur'an terjemahanku,
kuserahkan tanganku kepada arah-Nya,
kali ini terpana lagi aku,
kutemukan ayat berikut dalam pembukaan Qur'an pada sembarang ayat ini

"Katakanlah, "jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya." Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu"
QS Ali Imran: 29

My Lord... jika kamu sembunyikan atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya,
lantas mengapa tidak dinyatakan agar sedikit berkurang sedikit isi hati itu?
Dia tidak perlu diceritakan apa-apa, karena Dia tahu persis setiap isi hati kita,
kita yang butuh untuk menyatakannya karena memang fitrah kita untuk bersosialisasi!
jika memang Dia yang memberikan opsi, mengapa ditolak?

maka sekali lagi kurebahkan perasaan hatiku pada-Nya...

nb: terkadang dengan membaca Qur'an, bukan kita lagi yang membacanya
melainkan sebaliknya; The Qur'an is the one that would read us back!
wallahu a'lam...
nb nomor 2; sang penulis tidak sedang bersedih hati lagi ya! n_n

No comments:

Post a Comment