Saturday, August 25, 2007

Malam Itu

Pukul 11.26 pm, mataku masih terbuka lebar di depan layar laptop-ku. Ada laporan biologi due besok dan aku tidak sempat menyentuhnya sama sekali weekend kemarin sehingga aku terpaksa harus stay late lagi malam ini. Bad organization, huh? Too bad, weekend kemarin aku diundang untuk makan siang di rumah kawanku yang masih berdarah Indonesia namun lebih ‘Melburnian’. dan jadilah aku beramah-tamah dengan mereka sepanjang sore.


Minggunya, aku harus menemani anak guardian-ku yang tiba-tiba ngidam ingin mengunjungi perpustakaan lokal yang ditunggui sekelompok burung magpies yang amat ‘kudendamkesumati’ lantaran pernah mematuk kepala berbalut kerudungku sebanyak 15 kali! (cerita mengenai magpies dan patukannya kapan-kapan ya!) Itu juga mengambil seharian penuh... Anyway, intinya adalah bahwa practically, this last weekend I didn’t really do much for my study which I have been regretting for the past 3 hours of this biology practical report writing which still hasn’t concluded.

Kugaruk kepalaku yang tidak gatal; ada masalah yang baru kusadari sekarang berkenaan data eksperimen kami yang harus kugunakan untuk laporan ini. Data-datanya terlihat tidak cocok, ada kesalahan dalam pengambilan datanya. God, jam segini mana berani aku menelepon siapa-siapa lagi. Di samping itu, aku yakin bahwa jika aku menelepon salah seorang teman dari kelas Biologiku, yang akan kudapati hanyalah pertanyaan balik; what was the research question? What about the hypotheses? What are you gonna write in the discussion? Dan bla bla bla… jadi dari pada mendapatkan konfirmasi tambahan, aku malah akan diinterogasi oleh mereka yang…notabene tidak begitu peduli dengan laporan biologi ini! Kesimpulannya, malam ini aku sudah benar-benar stuck, ngantuk dan hanya bisa menekan tombol control+n untuk menulis sebuah tulisan baru yaitu tulisan ini.

Ah, apa yang sedang dia lakukan malam ini? Di sana waktu pasti menunjukkan sekitar pukul setengah sembilan malam. Apa dia sedang mendoakan agar kami bisa segera bertemu? Atau ia sedang menulis dalam buku hariannnya dengan judul besar-besar “Ririn; seorang sahabat yang tak bisa diandalkan”?

Ah, apa yang sedang mereka kerjakan saat ini? Sinetron macam apa yang sedang diikuti oleh ibuku? Siaran radio macam apa yang sedang menemani adikku dalam membaca buku biologinya? Laporan penelitian yang mana yang kali ini digeluti ayahku di depan laptopnya? Menu apa yang barusan mereka santap? Bintang apa saja yang bisa dipandangi di langit Tungkop itu?

Oh tunggu, ada ilham untuk memulai diskusi laporan biologiku walaupun datanya compang-camping. Akan kubiarkan kosong tempat angka-angka itu untuk kuisi kemudian.

….

….

Pukul 00.12 am, aku masih belum selesai dengan laporan biologi ini. Insya Allah sedikit lagi akan rampung. Ah, tanpa kusadari play list di Windows Media Player-ku mulai memutar lagu “Atas Nama Cinta”-nya UNIC.

Tika mata diuji manisnya senyuman,

Terpamit rasa menyubur harapan.

Dan seketika terlontar ke dunia khayalan,

Hingga terlupa singkat perjalanan…

Ah UNIC, betapa seemingly berpengalamannya kalian dalam hal itu. Apa ketika aku seumuran kalian nanti (jika aku diberi umur tentunya), aku akan mengerti arti cinta yang sebenarnya? Betapa lagu-lagu kalian dari dulu lebih sering kuganti dengan lagu-lagu Saujana-ku yang lebih netral berbicara tentang ‘bangun kembali setelah jatuh kemarin’. Baru kali ini sanggup kuulang-ulang lagu kalian. Mengapa? Karena kukira yang satu ini menemui prinsipku secara realistis. I mean, tidak selamanya ‘kisah kasih di sekolah’ kita beralur manis dan khas cinta monyet seperti yang dipaparkan dalam lagu “See You di IPT” kan? Neither it is easy to find somebody saying to you, “no matter what they think of you, as long as you and I see…” Anyway, bukan hal penting untuk dibahas.

Anyway, aku mau mengakhiri laporan biologiku dulu, ada taufiq, rahmat, hidayat, aulia dan ilham datang satu-satu ke otak kecilku. Oh tunggu, ada lagu “You are Very Special”!

You are very special, there’s no one just like you.

Created by The Master, Allah created you.

You are very special, exclusively designed…

You are very special, and I am so glad you’re mine

Lord, benar bahwa mencintai itu anugerah-Mu. Betapa dulu hanya secuil kesadaranku akan kecintaanku akan mereka yang sedang menungguku di sana. Betapa aku tahu, mereka sedang mengulang-ngulang kalimat terakhir dari bait di atas secara tidak langsung lewat perhatian mereka kepadaku.

Lord, Kau saksiku. Ijinkanku untuk meluruskan lagi niatku selama di sini. Ijinkanku untuk menyenangkan hati mereka agar Kau pun ridha pula. Aku berjanji akan memberikan 100 % to it, make the most out of my ability, pull up my socks as high as I could, and eventually could be able to cheer up with the most sincere smile on the graduation day even without them being by my side…

Lord, jauhkan aku dari kemalasan, kesedihan tak menentu dan pemikiran-pemikiran yang tak menguntungkanku in any way.

Lord, berikan aku kekuatan untuk menyelesaikan laporan biologiku ini (yang keberapa puluh dalam tahun ini…Rabb, Ms. Preece loves practs doesn’t she?????)

Pukul 00.45 am, laporan biologiku akhirnya tuntas (minus kekosongan di bagian angka-angkanya, butuh konfirmasi lebih lanjut besok insya Allah). Kini rasa itu pun telah datang, mendesak-desak untuk dipatuhi perintahnya. Ya, aku sudah ngantuk berat.

Melbourne, 20th – 21st of August 2007

No comments:

Post a Comment