Thursday, November 1, 2007

Kalau hidup kita difilmkan, soundtracknya apa? [idea by Hendra Veejay]



semalam saya sempat minta masukan-masukan tertentu tentang DIA pada Hendra Veejay, seorang penulis unik dari FLP Bandung (kalau tidak salah bukan begitu? ;D) yang kebetulan sudah masuk dalam ym list saya (ga nyambung banget sih!)
tak hanya beliau, ada beberapa orang lain di ym list saya yang saya minta lalu terima taushiyah-taushiyahnya, semua mengantarkan saya ke satu dari sekian pertemuan paling manis dengan-Nya, alhamdulillah (terima kasih kepada anda semua, semoga DIA membalas jasa kalian)
sempat saya menulis sebuah puisi tadi malam, namun berhubung laptop saya freeze dan saya harus me-restart lagi, maka hilanglah semua yang sudah saya tulis.
awalnya saya kecewa tidak bisa mem-post puisi tersebut yang saya kira satu dari sedikit puisi yang bisa direnungi bersama MP'ers lainnya.
namun kemudian saya ingat, jika DIA, sebagai Pembaca Segala-gala tentu sudah 'membacanya' dari dulu.
maka saya percaya bahwa DIA sebagai Pembaca Terbaik bisa mengirimkan saya analisa dan kritiknya secara lebih pribadi dan saya menantikan itu...

anyway,
saya lalu disuguhi sebuah 'masukan yang off track' oleh Hendra Veejay sesaat sebelum beliau memutuskan untuk pulang (dari warnet kah? ;D),
masukannya berbunyi seperti ini
"eh... baca MP ku deh, ada tulisan baru... "Kalau hidup kita difilmkan, soundtracknya apa" terus cobain deh, pasti rada terhibur..."

terus saya cobain
jadi begini permainannya

Buka software pemutar musik (iTunes, Winamp, Media Player, dll)
  1. Simpan lagu yang disuka (kalau bisa di atas 30)
  2. Setting acak atau “shuffle”
  3. Mainkan
  4. Setiap 1 situasi, tulis lagu yang diputar
  5. Untuk situasi selanjutnya, cukup pilih “Next”
  6. Jangan curang, nikmati dan terima lagu yang diputar apa adanya sebagai soundtrack
  7. Kecuali kalau lagu yang sama terputar lagi, baru boleh klik “Next”
  8. Adapun situasi-situasinya adalah; Opening Credits, Waking Up, First Day At School, Falling In Love, The Relationship, Fight Song, Breaking Up, Prom Night, Life, Mental Breakdown, Driving, Flashback, Getting Back Together, Wedding, Birth of Child, Final Battle, Death Scene, Funeral Song, End Credits



nah, beginilah hasilnya dengan "film kehidupan" saya

1. Opening credits ; Saujana- Saujana
yup, lagu Saujana yang dibawakan oleh grup nasyid Saujana dalam album Jalan Sehala ini kayanya boleh deh jadi opening credit. musiknya yang mellow tapi beating dengan ritmik teratur bernuansa oriental disertai lirik tentang gunung Fuji di Jepang, kelopak-kelopak bunga Sakura... hehe, pura-pura saya lahir di Jepang kali ya...terus nama aktor-aktornya muncul di sisi layar satu-satu....wuizzz....





2. Waking Up : Sami Yusuf - Al-Mu'allim
mmm...subhanallah, yang ini harus diaminkan deh... kalau setiap pagi saya bangun dengan mengingat Rasulullah sebagai teladan terbaik sepanjang masa, pasti hidup saya (baca: film saya) akan selalu mencoba mengikuti jejak-jejak beliau, amiiiiin.... (sejauh ini, film saya masih membahagiakan ni, selanjutnya apa ya?)




3. First Day at School : Yusuf Islam and Children - I Look I See
Waduh, cocok banget, anak baik! masuk sekolah langsung deh nalar 'observasi'-nya muncul, I look, I look I see, I see the world of beauty....hehehe... bagus, bagus, perhatikan alam ini dan temui jalan-Nya, terus baca ayat-ayat-Nya di alam ini nak...nanti hidupmu akan diterangi oleh-Nya terus amiiiin....








4. Falling in Love : Sherina - Lihatlah Lebih Dekat
ya elaaah, jatuh cinta kok malah lagu perpisahan gini sih?! lagu ini kan soundtracknya film Petualangan Sherina, favourite saya waktu masih SD dulu di mana Sherina harus berpisah dengan teman-temannya saat harus pindah ke Bandung!!! O....., I get it, jadi jatuh cintanya pas SD gitu ya? terus karena harus lanjut ke SMP n ga jumpa lagi sama si 'itu' jadinya sedih gitu ya? hehehehe....hatiku sedih, hatiku gundah..tak ingin pergi berpisaaaah ;D cape deeeh! hehehe..








5. The Relationship : Tazakka - Rumahku Syurgaku

lebih ga bener ni, tadi kan katanya masih SD, lha kok sudah harus berkeluarga? kacau man, kacau! tapi kalau dipikir-pikir untuk sebuah relationship memang hubungan keluarga itu adalah yang paling menenangkan...rumah itulah istana kita, di mana relationship antara ibu, ayah, dan anak-anak yang sesuai jalan-Nya akan membuat gubuk menjadi sebuah istana.....:)




6. Fight Song : Edcoustic - Menjadi Diriku
memang saya main filmnya ditakdirkan tidak untuk berantem oleh SUTRADARAnya. jadi adegannya kali gini ya; diajak baku hantam malah mundur sambil ngomong gini, terimalah aku seperti apa adanya, aku hanya insan biasa tak mungkin sempurnaaaa.... (hehe, bilang aja takut, malah ngajak negosiasi hihi...) musiknya yang pop abis dengan drumnya yang kentara sih bisa diartiin gini; musuhnya ga peduli dengan negosiasinya n hantaam!! xp



7. Breaking Up : Saujana - Inikah Ertinya Cinta?
kacauuu kacauuuu, dari tadi kok patah hati terus sih? :( hehe..
tapi di sini tu beda lho, kalau menurut lagu ini yang rupanya masih dari Saujana juga, saya meninggalkan si 'itu' karena saya masih ingin mencari cinta yang lebih sejati....cinta DIA yang tadi malam sempat saya kira hilang (astaghfirullah..)



8. Prom Night : UNIC - Tika Itu
kalo di sini sih, kata teman-teman sekolah promnya bakal seru, bakal rame dengan musik, tarian, makanan dan....mungkin 'sedikit' alkohol; having fun-lah (pengumuman; SAYA GAK IKUTAN). tapi soundtrack saya kok malah sedih gini ya?! hehe... ceritanya lagu ini tu gini; saya harus berpisah dengan orang yang saya cintai karena harus pergi mencari cita-cita (mungkin merantau ya?) ...mmm.. ok lah, masih masuk akal. karena habis sekolah ini saya kan emang harus pisah sama teman-teman di sini karena harus kembali ke Indonesia..



9. Life : Gradasi - Persembahan Cinta
alhamdulillah, normal lagi deh hidup saya (baca: film saya). hidup saya yang memang sering terseret-seret dalam salahnya arti cinta palsu yang sering dirujuk orang dengan istilah VMJ alias Virus Merah Jambu akhirnya kembali ditarik lagi oleh-Nya lewat cara-Nya....acapella beritmik lembut dan teratur dengan pengungkapan rasa yang terindah tentang berkembangnya cinta yang semerbak wangi dalam jiwa seperti menggambarkan diri saya yang sangat labil dalam memegang kata yang satu itu; cinta.



10. Mental Breakdown : Dawud Wharnsby Ali - Crazy Spots I've Prayed
dalam kehancuran hidupnya atas masalah-masalah yang menimpanya, rupanya tokoh kita yang satu ini masih bisa shalat di mana saja macam yang dinyanyiin sama Dawud ( di ruang ganti supermarket pun jadi! hehe)
bagus, nak...gitu dong, kalau having mental breakdown, shalat terus sabar... insya Allah pasti pertolongan Allah datang juga bagi mereka yang sabar.






11. Driving : Hafiz Hamidun - Dengarkanlah Segalanya
jadi sambil driving di Inggris misalnya (amin...suatu saat nanti mungkin), jadi teringat siapa gitu di Indonesia sedang nungguin kepulangan saya kan lagunya tentang seseorang yang sedang menyanyikan kerinduannya akan seseorang yang satunya lagi yang sedang jauuuh di mana gitu...mungkin ini lagi merantau ronde dua kali ya (insya Allah, aminn...)? hehe...tapi boleh lah untuk driving, nenangi jiwa. :)



12. Flashback : Zain Bhikha - You Are Very Special
ok, jadi flashbacknya ke siapa ni? ke seseorang yang very special gitu? ok deh, klop.xp










13. Getting Back Together : Justice Voice - Ternyata
Ternyata, Allah sayang kita!!! alhamdulillah deh, kalau gitu kita bisa getting back together karena Allah sayang kita semua, jadi ga boleh berantem lagi oqah say? (halah)


14. Wedding : Tompi - Balonku
ini ni yang paling ga waras, harusnya ni lagu buat the first day at school di TK gitu...masa buat nikah sih? OGAH.


15. Birth of Child : Dawud Wharnsby Ali - The Blue Sky is Blue
mmmm....lagunya sih emang dari perspektif anak kecil, tapi bukan bayi! jadi gini aja, anaknya ini uda gede terus ngomong gini ke ibunya (mmm...saya ya? hehe): i dont wanna be a grown up like the grown ups i have seen, cuz the grown ups i have seen seem not to have much fun, they dont get down on the floor enough to pray or to play with the toy!
ok deh sayang, jangan cerewet, ibu lagi masak ni! ( hehe)


16. Final Battle : Tashiru - Optimis Sajalah
aduh kang Hendra, kok ga bilang-bilang sih ini film eksyen? berantem mulu. tuh, saya orangnya damai, dari pada berantem, nasyid aja yuk! (apaan sih?)












17. Death Scene : Opick - Rapuh

sedang menghela nafas terakhir, detik waktu terus berjalan berhias gelap dan terang, suka duka, tangis dan tawa tergores bagai lukisan ....semua itu diflash back oleh DIA; semua amalan saya yang lebih banyak melupakan-Nya dan rapuh dalam memegang sebongkah cinta titipan-Nya... aduh filmnya mulai menyedihkan, siap2 sapu tangan!










15. Funeral Song : Dawud Wharnsby Ali - Afraid to Read
justru karena amalan saya yang terkadang kurang ikhlas, tiba-tiba sang aktor utama merasa takut bahwa ia akan merasa takut untuk melihat buku amalannya seperti soundtracknya : that day, I'll be so afraid to read (baca: buku amalan), every harsh word that i've spoken, everytime that i have lied


16. End Credit : Sherina - Bintang-bintang
no comment deh, uda cape2 serius kok malah dapat ini sih buat credit akhirnya..ya udah ga papa, musiknya yang lembut bisa mengiringi nama-nama aktor dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya film ini....

No comments:

Post a Comment