Monday, October 8, 2007

ujian; apa berarti belajar?

jadi ini menjelang pukul 10 malam dan besok saya punya ujian percobaan Psikologi tahap 1 dan Matematika tahap 2 dan bukannya tenggelam dalam bahan-bahan bacaan tentang perbandingan antara teori-teori James Watson dan Carl Rogers atau hubungan antara vector dan arah terbang sebuah pesawat, saya malah kemari dan memutar-mutar mouse, klik sana-sini, liat-liat blog orang lain de el el.

kenapa?

karena saya sedang tidak ingin belajar.

saya tidak sendirian, poing, poing, poing, barusan uda 3 orang online di msn mesenger saya (mau ujian juga besok) yang akan bertambah jumlahnya semakin malam melarut nantinya.

kenapa saya tidak mau belajar?

mmmm...pertanyaan bagus.

kata guru matematika saya yang sudah saya anggap sebagai 'kakek-serep' karena kakek saya sedang berada jauh dari saya, jangan belajar semalam sebelum ujian.

kenapa?

karena itu berarti kamu gak siap dari kemaren-kemaren.
jangan stress, katanya lagi. jangan bingung dan takut, tambahnya kemudian.

kenapa?, begitu saya tanyakan pada beliau.

katanya, karena kalau bingung dan takut-takut padahal uda banyak latihan-latihan ngerjain soal-soal ujian lagi dan lagi dari bulan-bulan kemarin dan uda mantap dalam mengenali jawaban macam apa yang diinginkan oleh pertanyaan,
berarti jawabannya cuma satu; TIDAK MENARUH KEPERCAYAAN SAMA YANG DI ATAS.

mmmm....interesting point, Pak.

terus kenapa bukannya gak ngerjain hal laen dan malah ke MP?

mmmm...pertanyaan bagus selanjutnya.

karena saya sedang ingin menulis.
di titik ini, saya berhenti, jeda sesaat.

....

dalam 2 minggu, saya akan resmi selesai tugas sebagai seorang siswi. tidak akan ada lagi bel sekolah, tidak akan ada lagi guru yang ngejar-ngejar laporan praktikum atau studi empiris, tidak akan ada lagi kesepakatan untuk tidak mengumpulkan tugas pada waktunya sebagai wujud protes terhadap guru (ckckckck...)...

tidak akan ada lagi seragam sekolah.

ANEH.

BENAR-BENAR ANEH.

tanpa seragam sekolah...

dulu ketika saya masih TK, saya ingat sering ingin tumbuh dewasa agar bisa melihat isi lemari kaca berisi perabotan-perabotan tertentu milik ibu saya tanpa harus naik ke atas kursi terlebih dulu.

sering juga saya cemburu melihat teman-teman bermain saya (yang paling kurang lebih tua 3 tahun dari saya) bisa lebih dulu bersekolah. jadilah saya masuk sekolah lebih awal setahun karena itu.

sekarang, saat semuanya telah menjadi nyata, kok kayanya masa-masa TK dulu harusnya lebih saya hargai ya? nah kan, poing, poing, 2 lagi online di msn messenger.

benar-benar random malam ini, benar-benar tidak waras.

oh well, ujian besok, ujian....belajar? ummmmm.......mungkin besok pagi lirik-lirik aja buku Oxford Study Guide for Psychology sebentar.

apa lagi....mmmm....masih random, maaf jika isi blog saya masih tidak bisa mengusir rasa bosan anda, hahahaha...

No comments:

Post a Comment