Tuesday, December 18, 2007

18 Desember 2007

sudah 18 hari aku berada di Aceh lagi, di Indonesia lagi.
banyak hal yang terjadi di dalam 'sini' dan di luar 'sana'.
lebih banyak sendiri di rumah dan menghabiskan waktu dengan menukar-nukar channel TV karena acaranya tidak ada yang menarik hatiku, atau hal-hal tak tetap dan pasti lainnya.
sempat diminta menjadi interpreteur bagi jurnalis asing untuk sehari, tapi setelah itu tawaran bekerja lain belum ada.
sempat diajak keluar sama teman-teman ke Unsyiah Fair 07 (nonton konser Maidany hehe), terus ke... mana lagi ya? tidak ada!
kalau malam lebih terasa lagi nganggurnya.
biasanya ada PR yang kutunggui,
sekarang PR adik-adikku yang kumentori, jika tidak, mmm... ikutan nonton sinetron di TV tapi dengan pikiran kosong.
bukan tidak menyukuri keadaan,
aku sempat menggunakan waktu untuk menulis tulisan-tulisan fiktif untuk koleksi pribadiku,
sempat nongkrong di Furqan Agency buat boyong kaset nasyid baru dan majalah An-nida yang sudah beberapa tahun tak kujamah, mengunjungi sekolah lamaku untuk menjalin silaturrahmi lagi dengan adik-adik kelas sambil membenahi lagi tim nasyid akhwatnya yang memang butuh pelatih 'serius' (seribu jurusnya hehe), de el el.
tapi kesibukan-kesibukan seperti itu maya, tidak pasti.
walhasil?
aku gamang, sering sendiri.
mau kubagi dengan teman-temanku di sini keasingandan kebosanan ini,
kasihan... mereka kan sudah kuliah, sudah ada kesibukan lainyang lebih berarti.

sebenarnya salah sendiri,
mengapa tidak mencari kegiatan lain yang bermanfaat?
waktu itu ada untuk digunakan sebaik mungkin kan?
ok Tuhan, aku mohon jangan matikan lampu lima watt itu di hatiku agar aku tetap bisa membaca di kamar rinduku sendiri.....

baiklah, mau mengisi waktu lagi ni,
mau jumpa dengan kak Fardelyn Hacky Irawani dulu ya (kenalnya juga lewat multiply!)




*pembaca, ada sugesti?

Friday, December 14, 2007

namanya dimulai huruf N

yup, namanya dimulai dengan huruf N,
orangnya selalu menganggap dirinya yang paling manis, baik dan terpuji.
kalau udah ada kamera di tangannya yang dipoto pasti mukanya sendiri.
kalau lagi nulis di blognya pasti yang ditulis tentang dirinya.
kalau ada dua pilihan; dirinya atau orang lain, dia pasti memilih dirinya.
jika ia memang harus memilih lebih jauh, ia tentu tetap memilih dirinya.

moyangnya dulu mati karena tidak makan dan minum karena terlalu lama bercermin; biasa, ngaca diri yang dianggap terlalu mengagumkan.
pengikut orang ini banyak pula di seluruh dunia, terutama di Indonesia.
mau bukti?
punya friendster, myspace, facebook atau semacamnya?
nah, kalau punya dilihat saja, pasti ramai yang memiliki ciri-ciri di atas.


mmm.... siapakah si N ini?
*gak usah buru-buru jawabnya, ga ada hadiahnya kok wehehe..

Saturday, December 8, 2007

kuhidupkan radio...

dan kudengar berbagai suara.

"Kirim akuuuuuu malaikaaaat-Mu!!!", kata si Bunga Citra Lestari.
atau "I'm sorry goodbye...."-nya Krisdayanti.
terus si Gita Gutawa bilang gini, "Aku ingin jatuh cinta. Papa, biarkan aku..."
sementara si... siapa sih tu,
pokoknya gini nih si 'itu' nyanyi,
"Oh, kamu ketahuaaaan! ketahuaaan!" ni lagu sering dinyanyikan oleh adik-adik saya di rumah juga lagi! aduh pusing deh.

terus muter2 lagi salurannya
eh malah gini,
"Panas, panas, panas, panaaaas badan ini!", ini nih si Gigi. kepanasan katanya. tapi kata penyiarnya kok judulnya "Nakal" sih?

ah, apaan sih?
kok gini sih?
kenapa sih?
sih sih sih sih sihaaaaan deh loeeee!!!
hehe.

ehm, ehm, jadi kubuka televisi.
dan berbeda dari tahun lalu di mana sinetron-sinetron pada berlomba-lomba ingin membuat cerita yang religi dan berdasarkan kisah nyata dari majalah 'ini' atau 'itu',
sekarang sinetron-sinetron yang ada judulnya pada nama orang semua!
yang "Cahaya" lah, "Mutiara" lah, "Fitri"-lah, "Safira"-lah, "Aden aden Lumut" lah,
huff....
semuanya juga tentang hal yang sama; tentang seorang wanita lemah, miskin dan lugu dan dicintai oleh seorang pria yang kaya, santun de el el.
atau wanita kaya, terus prianya miskin.
atau dua-duanya miskin,
atau dua-duanya kaya; intinya kita muter-muter di isu keuangan lah (whaaat???)
aaaaah, yang jelas, wanitanya semuanya berkarakter mirip; lugu, lembut, CANTIK (obviously!) dan disukai semua orang.
terus prianya berkarakter GANTENG (biasanya aktornya blasteran walaupun berdasarkan ceritanya harus anak pribumi asli.. ah,kacau deh), baik, lembut de el el.
ada ibu perinya,
ada ilmu sihirnya,
dan ada keajaiban-keajaiban lainnya.
belakangan saya baru sadar,
yang memproduksi sinetron-sinetron tersebut itu ternyata rumah produksi yang sama,
PANTASLAH!
terus gak ada "Ani" atau "Budi" gitu?
itu kan nama-nama yang sering disebut-sebut waktu kita semua kelas satu SD dulu!
lebih Indonesia lagi!

kumatikan televisi,
kuhidupkan lagi radio,
aku memang lebih suka mendengar dari pada menonton.

dan kali ini aku terpaku; Letto.
dari dulu hingga sekarang aku tak begitu tertarik dengan musik pop Indonesia.
bagiku semuanya seperti gombal tak menentu.
paling banter kudengarkan lagu-lagu mereka jika 'kejombloanku' kambuh SEKALI-KALI,
itu pun tak pernah lama, biasanya juga akan segera kutukar dengan lantunan-lantunan lain dari Saujana atau Inteam.

namun Letto lain.
well, aku rasa lain.
lagu-lagunya secara tidak langsung bermakna parallel.
cinta yang mereka suguhkan terasa lebih luas dan lebih bisa diartikan dengan makna yang lebih banyak.
rupanya aku tak sendiri berpikir seperti ini,
salah satu temanku mengiyakan bahwa mereka memang bermaksud untuk membuat lagu-lagu mereka parallel dari awalnya! (tau dari infotainment ya neng? hehehe)

ingatkah kau kepada embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya?
ingatkah kau kepada angin yang berhembus mesra,
yang kan membelaimu, cinta!


intinya sih tetap sama, aku tak pernah dan bukan penggemar sinetron-sinetron dan lagu-lagu pop itu. makanya tiap malam aku selalu tidur lebih awal sekarang; dari pada melek ngeliatin aktor-aktor yang nyoba nangis tapi nangisnya nangis bawang bombay atau lagu-lagu yang merayu-rayu tapi rayuannya malah makin tambah ngantuk.