Saturday, December 8, 2007

kuhidupkan radio...

dan kudengar berbagai suara.

"Kirim akuuuuuu malaikaaaat-Mu!!!", kata si Bunga Citra Lestari.
atau "I'm sorry goodbye...."-nya Krisdayanti.
terus si Gita Gutawa bilang gini, "Aku ingin jatuh cinta. Papa, biarkan aku..."
sementara si... siapa sih tu,
pokoknya gini nih si 'itu' nyanyi,
"Oh, kamu ketahuaaaan! ketahuaaan!" ni lagu sering dinyanyikan oleh adik-adik saya di rumah juga lagi! aduh pusing deh.

terus muter2 lagi salurannya
eh malah gini,
"Panas, panas, panas, panaaaas badan ini!", ini nih si Gigi. kepanasan katanya. tapi kata penyiarnya kok judulnya "Nakal" sih?

ah, apaan sih?
kok gini sih?
kenapa sih?
sih sih sih sih sihaaaaan deh loeeee!!!
hehe.

ehm, ehm, jadi kubuka televisi.
dan berbeda dari tahun lalu di mana sinetron-sinetron pada berlomba-lomba ingin membuat cerita yang religi dan berdasarkan kisah nyata dari majalah 'ini' atau 'itu',
sekarang sinetron-sinetron yang ada judulnya pada nama orang semua!
yang "Cahaya" lah, "Mutiara" lah, "Fitri"-lah, "Safira"-lah, "Aden aden Lumut" lah,
huff....
semuanya juga tentang hal yang sama; tentang seorang wanita lemah, miskin dan lugu dan dicintai oleh seorang pria yang kaya, santun de el el.
atau wanita kaya, terus prianya miskin.
atau dua-duanya miskin,
atau dua-duanya kaya; intinya kita muter-muter di isu keuangan lah (whaaat???)
aaaaah, yang jelas, wanitanya semuanya berkarakter mirip; lugu, lembut, CANTIK (obviously!) dan disukai semua orang.
terus prianya berkarakter GANTENG (biasanya aktornya blasteran walaupun berdasarkan ceritanya harus anak pribumi asli.. ah,kacau deh), baik, lembut de el el.
ada ibu perinya,
ada ilmu sihirnya,
dan ada keajaiban-keajaiban lainnya.
belakangan saya baru sadar,
yang memproduksi sinetron-sinetron tersebut itu ternyata rumah produksi yang sama,
PANTASLAH!
terus gak ada "Ani" atau "Budi" gitu?
itu kan nama-nama yang sering disebut-sebut waktu kita semua kelas satu SD dulu!
lebih Indonesia lagi!

kumatikan televisi,
kuhidupkan lagi radio,
aku memang lebih suka mendengar dari pada menonton.

dan kali ini aku terpaku; Letto.
dari dulu hingga sekarang aku tak begitu tertarik dengan musik pop Indonesia.
bagiku semuanya seperti gombal tak menentu.
paling banter kudengarkan lagu-lagu mereka jika 'kejombloanku' kambuh SEKALI-KALI,
itu pun tak pernah lama, biasanya juga akan segera kutukar dengan lantunan-lantunan lain dari Saujana atau Inteam.

namun Letto lain.
well, aku rasa lain.
lagu-lagunya secara tidak langsung bermakna parallel.
cinta yang mereka suguhkan terasa lebih luas dan lebih bisa diartikan dengan makna yang lebih banyak.
rupanya aku tak sendiri berpikir seperti ini,
salah satu temanku mengiyakan bahwa mereka memang bermaksud untuk membuat lagu-lagu mereka parallel dari awalnya! (tau dari infotainment ya neng? hehehe)

ingatkah kau kepada embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya?
ingatkah kau kepada angin yang berhembus mesra,
yang kan membelaimu, cinta!


intinya sih tetap sama, aku tak pernah dan bukan penggemar sinetron-sinetron dan lagu-lagu pop itu. makanya tiap malam aku selalu tidur lebih awal sekarang; dari pada melek ngeliatin aktor-aktor yang nyoba nangis tapi nangisnya nangis bawang bombay atau lagu-lagu yang merayu-rayu tapi rayuannya malah makin tambah ngantuk.






No comments:

Post a Comment