Friday, May 2, 2008

cinta; secara psikologis (hahahaha)

aku ingin tidur tapi gelisah terus,
kata orang sih, gejala-gejala virus merah jambu!


ah, seandainya saja Freud ada di sini,
aku ingin bertanya padanya,
"Pak Freud, tiap malam aku bermimpi tentangnya.
ke mana kupergi kulihat wajahnya."

entah kenapa bisa kubayangkan Pak Freud berkata,
"Alam unconscious-mu mulai berkata lebih dari pre dan consciousmu.
maka itu mimpimu menjadi mediator penyampai pesan sang unconscous malang yang tak mungkin berbicara langsung padamu."

"Lagipula kau wanita. pasti kau tidak menyelesaikan Elektra konflikmu. Kau cemburu pada ibumu karena menarik perhatian ayahmu ketika kau lima tahun dulu."

sekonyong-konyong Sperry datang menerobos,
"Freud, kau gila! mana itu unconscious-mu? aku tidak bisa membuat hipotesis dan kemungkinan-kemungkinan apapun darinya! tak bisa kuobservasi 'pikiran maya' itu!"

"anak ini hanya mengalami peningkatan jumlah serotonin dalam aliran darahnya sehingga pipinya memerah. progesterone-nya sedikit melunjak sehingga ia menangkap feromone dari makhluk satunya lagi yang berkapasitas lebih tinggi dalam hal testosterone. oleh karena itu adrenalinnya ikut-ikutan melonjak sehingga jantungnya berdegup lebih kencang, tangannya gemetaran, pikirannya tidak konsentrasi dan gelisah sepanjang hari. wajar kan kalau 'flight or fight' responsenya bekerja!"

"Sini biar ku-lobotomy corpus collosumnya biar otak kanannya tidak menyampaikan impi-impiannya ke otak kirinya terus-terusan!"

tiba-tiba Watson datang entah dari mana,
"salah! wajar saja ia begitu! bukankah ia telah mengalami operant conditioning belaka? ia mengasosiasikan ketampanan wajah dan kebaikan diri pria itu dengan kebahagiaan alias reward. so, wajar dong kalau ia mau lagi, lagi dan lagi bertemu dengannya!"

"yup, tepat sekali! seperti hukumku dengan percobaan kucingku!" seru Thorndike entah dari mana.

"ah itu aja kok susah! eh, kamu sering mengingat-ingatnya bukan?" ada yang datang lagi.

aku mengangguk.

"ya iyalah, masa ya iya dong. itu berarti dari sensory memorymu kau sudah meng-encode-kan ke long term memory-mu yang memang berkapasitas limitless! terus kamu terus-terusan retrieval sih, jadi kamu ingat-ingat terus di short term memory dan akhirnya karena nyesak, jadi kebawa ke sensory memory lagi deh!" oh rupanya ada si Miller nimbrung.

aku makin bingung.

lalu datanglah Maslow,
"Kita ini manusia. bukan sekantong karung dengan metabolisme empiris bagaikan robot." ia menatap tajam Sperry.
"atau makhluk perempuan yang pikirannya tak jelas berada di mana dan cemburu karena tidak punya (maaf) penis seperti katamu." Freud tertunduk.
"atau kaset kosong perekam yang memutar segalanya selalu." telunjuk Maslow menuding Miller.
"apalagi seperti binatang yang bisa dilatih menekan tombol untuk diberi makan saja seperti kucingmu!" Thorndike tersinggung, Watson sembunyi.

"anak ini hanya manusia yang bebas berpikir, bertindak, dan punya free will. ia punya segala kebebasan untuk memutuskan, termasuk memutuskan untuk jatuh cinta! dari piramida kebutuhanku bisa diukur jelas bahwa makan-minumnya beres, keamanannya terjamin, Aceh kan uda perjanjian 2 atau 3 tahun yang lalu. terus pendidikannya juga standar-lah. jadi wajar ajeee kallleee kalau dia mau ke tahap selanjutnya yaitu cinta dan rasa saling memiliki dalam sebuah kumpulan. baru setelah itu dia bisa mengaktualisasi dirinya."


lelah membayangkan perdebatan itu, aku tidur saja. di mimpiku aku melihat Jeung berkata, "kau sama dengan penduduk dunia lain, punya alam bawah sadar yang seragam! cinta salah satunya!"

No comments:

Post a Comment