Saturday, June 21, 2008

Pelangi-pelangi

pelangi-pelangi melebur menjadi gincu-gincu murahan
mengecat langit tanpa pola
rerintik tertawa
beburung terkikik

pelangi-pelangi melebur menjadi gincu-gincu murahan
mengecat langit tanpa pola
manusia berserak
bayinya terbengkalai

pelangi-pelangi melebur menjadi gincu-gincu murahan
mengecat langit tanpa pola
penyair bersorak
puisi-puisi bertahta

pelangi-pelangi melebur menjadi gincu-gincu murahan
mengecat langit tanpa pola
makhluk ilmu berkerut-kerut
pemikiran-pemikiran berjalan

pelangi-pelangi melebur menjadi gincu-gincu murahan
mengecat langit tanpa pola
ada yang tak berubah
baik raut maupun sikapnya

pelangi-pelangi melebur menjadi gincu-gincu murahan
mengecat langit tanpa pola
aku membaca cuaca
tak hendak memberi ekspresi apa-apa



Banda Aceh, 21 Juni 2008