Wednesday, July 9, 2008

Rencana-rencana Hidupku

assalamu'alaikum MP'ers, apa kabar??
selama ini saya jarang nulis, merasa bersalah sih, tetapi saya benar-benar tidak ada waktu untuk berpikir dalam-dalam sebab sibuk dengan pekerjaan saya sebagai tentor English di salah satu bimbingan belajar di Banda Aceh. di sana, saya sibuk dengan program intensif SNMPTN 2008 di mana saya juga terlibat sebagai siswa di dalamnya! ya, selain menjadi tentor, karena saya sendiri baru menamatkan SMA maka saya pun harus pintar-pintar membagi waktu antara menyiapkan bahan mengajar dan bahan yang harus dipelajari sebagai siswa...huff, a b c d (aduh bok, cape deh hehe)


akhirnya tanggal 2 dan 3 juli pun lewat, SNMPTN sudah saya jalani dan saya berdoa tulus semoga siswa-siswa saya dan saya sendiri mendapatkan yang terbaik. nah, sekarang saya mau sok berani ah, mau nulis rencana-rencana hidup saya ke depan. udah sih disusun, tapi ini umum-umum saja. saya menanti masukannya ya! saya posting tulisan ini bukan karena mau sia-sia lho! (idiiih maksa banget deh)



ehm, ehm, mari mulai.



rencana A
saya lulus di pilihan pertama SNMPTN (saya ngambil program IPA) yaitu di Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. nah, di situ saya akan belajar sungguh-sungguh, buat tugas-tugas dengan bener (ga nyontek2 n ngejar2 deadline ga nentu deh, janji!) terus bisa ngambil spesialis di obstetriciatry (bener gini tulisannya? hihi) alias kandungan...denger2 dokter kandungan itu masih lebih banyak yang cowok ya? padahal kan para ibu-ibu yang hamil kayanya kan lebih nyaman dengan sesama wanita kali ya.... trus...mm..apa ya, oh ya, menggarap sebuah novel yang ada kaitannya dengan Schitzophrenia, pake data2 medis dan psikologis, maunya sih garapannya boleh cepat bileh lama siapnya, yang penting jadi, soalnya selama ini nulis ga pernah selesai-selesai...AYO SEMANGAT!

trus, S2 di Oxford University atau di mana aja, asal masih di Inggris universitynya...



rencana B
saya lulus di pilihan kedua, yaitu FKIP Biologi. nah, kalau ini kasusnya, saya mau nanti saya tidak sekedar jadi PNS yang sekedar mengisi jam-jam pelajaran dengan khutbah-khutbah membosankan. saya mau skill saya dalam hal bahasa Inggris tidak terbuang sia-sia. saya mau mengajar Biologi dalam bahasa Inggris. jujur ya, saya ngidam ngajar di salah satu sekolah yang berada di bawah yayasan PASIAT, misalnya Fatih Bilingual School yang ada di Banda Aceh. mmm...trus, saya punya obsesi menemukan siswa unik-unik atau YANG MEREFLEKSIKAN SAYA waktu saya muda dulu (zeuh...memangnya udah tua banget apa?!) buat saya pinjam dalam novel saya yang akan saya garap hati-hati. nah, kali ini tema novelnya ntar lebih ke psikologis-pendidikan.. sedikit berbeda dengan yang di rencana A.

trus S2 nya tetap di Inggris, mau fokus ke sisi biologisnya daripada pendidikannya, ntar pendidikannya kita godok pake bacaan-bacaan pribadi dan seminar-seminar lain.




rencana C
saya tidak lulus SNMPTN
kalau gini saya mau ikut program extensi FKIP Matematika aja ah (tuiiing??? matematika?) iya, matematika. Terus nambah kerja di bimbingan belajar tempat saya bekerja, jadi tentor matematika sekalian yang memang sangat susah mencarinya....trus apa lagi ya, oh ya, dengan gaji sedikit berlebih mau beli kamera yang BENER2 bisa diajak berkreasi dan bermimpi...habisnya, kamera Canon A400 saya baru aja rusak, hiks, saya sedih sekali, inikah rasanya kehilangan sesuatu yang kita cintai apa adanya? baru deh, saya ngerti gimana rasanya patah hati mereka-mereka yang sudah dewasa itu
saya juga mau tetap bekerja sebagai freelance translator, so, english saya ga hilang gitu aja. 3 tahun di negeri orang kalau sampai hilang english saya, waduh,...jangan deh....

trus saya S2, masih ngebet pengen ke Inggris, masih sama dengan yang di rencana-rencana sebelumnya.









dalam semua rencana di atas, saya punya keinginan-kenginan tertentu lain misalnya jadi penyiar radio yang stasiun radionya berlandaskan misi-misi pengembangan pendidikan atau yang dekat2 situlah. trus saya juga mau kembali ke Melbourne suatu hari nanti, ingin menyelami alam dalam kediaman lagi, merenungi esensi diri di tengah-tengah taman kota, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di Banda Aceh. sekaligus saya mau bertemu lagi dengan semua orang yang telah menyukseskan proses refleksi diri saya selama di Melbourne dulu, saya belajar banyak hal di sana, salah satunya adalah menyontek itu menunjukkan jati diri kita yang takut menerima konsekuensi

di atas semua keinginan itu, saya ingin sekali membuktikan kepada orang tua saya bahwa saya bisa menjadi lebih dewasa, bahwa saya sudah bisa diberi kepercayaan, bahwa saya bisa membanggakan mereka, bahwa saya tidak hanya bisa membuat mereka khawatir karena sering tergesa-gesa dalam membuat keputusan.

dan yang terakhir, jika memang umur saya sepanjang itu dan Allah mengijinkan,
saya ingin menamai salah satu anak perempuan saya dengan nama Rayyan Lisabrina

No comments:

Post a Comment