Friday, August 1, 2008

Rencana A

Lueng Bata, 31 Juli 2008, siang.

“Hallo, assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumussalam (warahmatullah)”

“Apa kabar?”

“Baik, alhamdulillah.”

“Kapan pengumuman?”

“Tanggal 2.”

“Gimana perasaannya?”

“Biasa aja.”

Tunggu, barusan aku bilang ‘biasa aja’?! Oh well, aku terlalu lelah untuk berpikir lurus belakangan ini. Jelas-jelas kata-kata itu bertolak belakang dengan isi hatiku. Ah, bukan hal yang terlalu penting untuk diralat, pikirku. Biar saja, sang penelepon mengira-ngira sendiri. Aku lelah. Badanku lelah, pikiranku lelah, hatiku lelah.

Lampriek, 31 Juli 2008, sore.

“Udah lulus di mana, dek?”

“Aduh kakak, bikin tambah deg-degan aja. Belum pengumuman kak.”

Di window yahoo messenger ini lidahku tak mendustai isi hatiku. Meski demikian aku masih lelah, terlalu lelah malah.


Darussalam (di atas boncengan sebuah sepeda motor) 31 Juli 2008, magrib.

“Dek, nomor SNMPTN adek berapa?”

“1081101005. Kenapa, Kak Sisca?”

“Katanya pengumumannya udah keluar. Ni mau dicariin sama Kak Nanda. Nanti kakak hubungi lagi, ya.”

Kukira pengumumannya tanggal 2. Ah, satu lagi informasi salah bagi sang penelepon tadi siang.

Sebuah SMS masuk. Nama yang tertera di layar Nokia 3110C itu berbunyi ‘SSC_K Nanda’

“Nuril slamat yach dirimoe lulus dFK USK…kpn syukuran’a?, he..he..”

Aku menangis. Terus menangis di sajadah shalat magribku.

Tungkop, 31 Juli 2008, menjelang isya.

“Alhamdulillah didi udah lulus di ilmu komputer univ. Diponegoro Semarang.”

“Alhamdulillah, jd deh qt satu leting, Allah memperkenankan doa2 qt… Dilla n Dita biidznillah, lwt d FK USK. Nuz di Mipa Bio USK.”

Dan berjubelan lagi sms lain datang ke dalam layar Nokia 3110C ini. Siswa-siswiku lulus. Aku turut bahagia setulus-tulusnya. Aku menangis lagi.

“Rin, no spmb qe berapa?” kubalas dengan nomor SNMPTN-ku.

1 menit kemudian,

“Rin slamat ya… alhamdulillah q “LEWAT d FK unsyiah”… jgn lupa bersyukur tu, aq turut brbhgia.”

Aku terharu, bukan karena kelulusan itu. Tapi karena ia bukan orang terakhir yang menanyakan nomor itu dan mencari tahu arah jalan hidupku lewat dunia maya. Tiba-tiba lelahku hilang, banyak yang mencintaiku. Aku baru tahu itu.

“Kakak, selamat ya. Kakak lulus di FK, kan?”

“Adek?”

“Nggak lulus, kak.”

“Kak, harus coba taon depan. Mungkin masih ada harapan dengan STIS dan STAN.”

“Kakak yakin Allah adil dengan usaha yang kita kasi. Adek uda berusaha maximal, pasti akan dibalas setimpal insya Allah. Bukan dengan yang sangat baik, tapi pasti dengan yang terbaik.”

Lulus tidak lulusnya dirimu tak menentukan dewasa tidaknya dirimu, bisikku.


Tungkop, 31 Juli 2008, ba’da isya.

“Assalamu’alaikum. Lewat motivasi dan doa2 antum semua, Allah memberikan kelulusan di Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Unsyiah kepada Nuril. Terima kasih! n_n”

Tungkop, 1 Agustus 2008, jam 1 malam.

Doraemon di Nokia itu terus berteriak ada SMS. Ada beberapa yang menelepon, tak semua kuangkat.

“Ingat waktu dulu kita serung cemas dan gelisah setiap kali liat nilai TO kita yang down ya kak. Alhamdulillah, sekarang kita satu universitas. Jangan sok2 ya kak.”

Iya, aku ingat masa-masa itu. Ah, waktu cepat sekali berlalu.

Tungkop, 1 Agustus 2008, jam 8 pagi.

“So?”

“So..?”

“Udah ada keputusan?”

“Ya.”

Beurawee, 1 Agustus 2008, membuka halaman depan rencana A

No comments:

Post a Comment