Monday, July 28, 2008

sebuah puisi - dadakan

lembah ini memang sunyi

hanya ada kicau seruni dan nyiur bernyanyi

tapi kau di sini selalu temani

menghapus setiap bulir duka dan mencinta dengan setulus jiwa

tak tahu hendak membalas apa

emas aku tak punya

permata aku tak berada

cuma doa yang bertabur mesra

untuk seorang hamba di sana

cinta ini untukmu mengalir deras

kasih ini untukmu menyinari cerah

sayang ini untukmu membasahi dengan damai

untuk seorang hamba di sana

tak hatimu tak hatiku kan kujaga

tak sukamu tak sukaku kan kubina

tak rindumu tak rinduku kan kusimpan

untuk seorang hamba di sana

tak mungkin kupungkiri takut kehilangan

tak mungkin kuingkari takut berjauhan jiwa

tak mungkin kuelaki takut kau kecewa akan cinta kita

untuk seorang hamba di sana

sujud-sujudmu biar mengembara

sujud-sujudku akan coba mencari arah

sujud-sujud kita moga mengundang cinta-Nya

untuk seorang hamba di sana

suaramu mengunci amarah

limpahan pandangmu membuka kelapangan

seluruh harapmu kan kutata

untuk seorang hamba di sana

terima kasih telah mencintaiku apa adanya

terima kasih telah mengencangkan sayapku sebisanya

terima kasih telah memberi warna di pelangi tanpa rasa

untuk seorang hamba di sana

aku meminta kau memohon

semoga dua-dua lorong berdebu kita

dibersihkan Dia dengan air dari Syurga

Lampriek, Banda Aceh, 28 Juli 2008

*wahai hamba Allah di sana, aku mencintaimu setulus-tulusnya*

No comments:

Post a Comment