Thursday, November 19, 2009

Cerita Padaku, Nda

Nda,
Seonggok cahaya timur
Lalu bayang batang kelapa jingga
Kemudian kawah-kawah rembulan
Lantas munajat, rehat dan riwayat

Nda,
Jika kauturut gurindam nyawa
Maka aku tak tahu persembahkan cahaya manapun jua
Karena aku hanya selirik nada
Sedang engkau tembang bahana

Nda,
Saat kaututur hendak pinjam telinga
Aku geleng di balikmu tanpa suara
Padahal siapa sudi Nda-nya berwajah tanya
Tekuk, lipat, tenggelam dalam kertas dan pena

Nda,
Betapa aku kagum akan jiwa sedia
Milikmu yang payung bagi serata
Penelusur cemara dan kata-kata
Yang hidup dan mati dalam pinta-alpa

Nda,
Sampai jumpa bila ada masa
Di mana anak-anakku teman anak-anakmu
Atau di gelar permadani berwarna zamrud
Atau jauh sebelum itu
Kita kenang kisah kita muda dulu


Lamkeunung, 19 November 2009, ba'da Isya di Tungkop.






***Puisi di atas kudedikasikan untuk Nda-ndaku di manapun engkau berada. Terutama untuk yang pernah dengar sumpah serapah tentang derita, yang pernah kisahkan tentang bahtera, yang pernah bercerita di dekat tangga dan untuk yang pernah lewati beberapa senja bersama. Uhibbukum fillah katsiraan. =) ***

No comments:

Post a Comment