Tuesday, December 22, 2009

Toko Jodoh

Alkisah, suatu hari seorang pria mendatangi sebuah toko. Toko itu bernama Toko Jodoh; ya, dia ingin mencari jodohnya yang sejauh itu tak kunjung datang mencuri hatinya ke toko tersebut yang memang sedang hangat diperbincangkan orang di negerinya. Maka ia pergilah ke lokasi dengan harap segera menemukan sang pelabuhan hati di toko tersebut hingga cintanya pun dapat dilabuh dengan damainya (haiyah, ini agak hiperbola dikit ye ).

Nah, setibanya ia di toko tersebut, ia mendapati bahwa toko tersebut terdiri dari beberapa lantai dan tidak ada yang menjaga. Di pintu depan didapati pemberitahuan bahwa pintu masuk dan pintu naik ke lantai-lantainya toko tersebut hanya bisa membuka dan tak bisa dipakai untuk keluar dari toko (hmm..seperti katup-katup pada jantung gitu kali ye? hehe), semacam one way lah alur dalam itu toko. Toko tersebut juga hanya boleh dikunjungi sekali, jadi sekali masuk, dapat tidak dapat itu jodoh yang dicari, nanti jika sudah keluar, tak boleh balik lagi.

Sang pria mengukuhkan niatan hati. Dan memang karena penasaran, maka masuklah ia ke dalam Toko Jodoh tersebut dengan harapan yang membuncah akan bertemu sang bidadari hati.

Masuklah ia ke lantai pertama. Di sana, ditemuinya tulisan:

BERHENTI DI SINI JIKA INGIN ISTRI YANG CANTIK DAN LEMAH LEMBUT PERANGAINYA. JIKA INGIN YANG LEBIH BAIK LAGI, SILAKAN KE LANTAI DUA.

Ahai, sang pria tentu saja ingin yang lebih baik dari sekedar cantik dan lemah-lembut perangainya, maka ia pun naik ke lantai dua. Di sana ada tulisan:

BERHENTI DI SINI JIKA INGIN ISTRI YANG CANTIK, LEMAH-LEMBUT PERANGAINYA DAN BAIK AGAMANYA.
JIKA INGIN YANG LEBIH BAIK LAGI, SILAKAN KE LANTAI TIGA.

Jika masih ada yang lebih baik, mengapa harus berhenti di sini, pikir sang pria. Maka ia pun naik ke lantai selanjutnya. Di lantai tiga, ia temui tulisan berikut:

BERHENTI DI SINI JIKA INGIN ISTRI YANG CANTIK, LEMAH-LEMBUT PERANGAINYA, BAIK AGAMANYA DAN INTELEKTUAL.
JIKA INGIN YANG LEBIH BAIK LAGI, SILAKAN KE LANTAI EMPAT.

Wow, sebegini "hebat" sudah kriteria istri yang ditawarkan, dan masih ada yang lebih baik? Ah, ayolah ke lantai empat, pikir sang pria. Ke lantai empat lah ia. Di sana, ia temui:

BERHENTI DI SINI JIKA INGIN ISTRI YANG CANTIK, LEMAH-LEMBUT PERANGAINYA, BAIK AGAMANYA, INTELEKTUAL, KAYA-RAYA DAN AHLI DALAM MENGATUR PERIHAL RUMAH TANGGA.
JIKA INGIN YANG LEBIH BAIK LAGI, SILAKAN KE LANTAI LIMA.

Maka ia pun bergegas naik ke lantai lima. Karena siapa tahu, di sana ada yang pintar bernyanyi dan menulis puisi, wah, makin bagus lagi, begitu pikir sang pria.

Namun apa yang ia dapati di lantai lima? KOSONG! Tak ada tulisan petunjuk tentang kriteria istri yang ada di lantai tersebut. Hanya ada satu pintu di pojok ruangan yang berhubungan langsung dengan tangga di luar bangunan, jalur untuk EXIT atau keluar.
Karena tak bisa lagi mundur ke lantai sebelumnya, ia pun dengan lesu menuju pintu keluar. Namun sejenak sebelum ia keluar, ia melihat sebuah papan pemberitahuan:

KEPADA : ANDA YANG TERPAKSA PULANG KARENA TERJEBAK OLEH LANTAI EMPAT INI.
SADARILAH, JIKA INGIN MENCARI SESEORANG YANG SEMPURNA KARAKTERISTIKNYA, ANDA TAK AKAN PERNAH BISA MENGGENAPKAN SEPARUH DIN ANDA. SYUKURILAH APA YANG ANDA MILIKI, BUKALAH HATI DAN LAPANGKANLAH PIKIRAN MENERIMA ORANG LAIN DALAM HIDUP ANDA. JIKA SAJA ANDA CUKUP REALISTIS DALAM MENCARI PASANGAN HIDUP, MAKA LANTAI DUA SUDAH LEBIH DARI SEKEDAR MEMADAI. MAKA KINI CARILAH TOKO JODOH LAIN, DAN JANGAN LUPA, BELAJARLAH DARI PENGALAMAN INI!
TTD, PEMILIK TOKO.



************************************

cerita di atas dapat dari email seorang teman, bertahun-tahun yang lalu. yang di atas itu betewe hasil rekonstruksi memori, jadi ga persis sama dengan cerita aslinya. TAPI, inti ceritanya tetap sama kok. So, mau ikut ke Toko Jodoh?

No comments:

Post a Comment