Sunday, May 27, 2012

Musyawarah Wilayah Forum Lingkar Pena Aceh 2012

Hari ini spesial. Dan begitu kontemplatif sekaligus. Hari di mana apapun jabatan banyak manusia semisal Kak Riza RahmiPiyaBang BaiquniKak DeaBang Ibnu, dan lain-lain akan dicopot baik mereka senang atau tidak (tapi kayaknya lebih ke senangnya haha) dari Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh, terutama kepengurusan 2010-2012. Alkisah saya pun terseret ke dalamnya, sebagai wakil direktur Kamoe Publishing House, lini penerbitan khusus di bawah FLP Aceh, di bawah kepemimpinan Bang Ferhat, sang mantan ketua FLP Aceh selama sekian dekade (oke ini lebay, beliau jadi ketua selama 2 masa kepengurusan atau kira-kira 4 tahun, 2004-2006, 2006-2008). Adalah setiap dua tahun sekali ini prosesi terjadi. Dan selama saya bergabung dengan organisasi tercinta ini, selalu saya merasa energi positif yang memancar dan "menampar" saya atas tiap kata yang saya tulis atau tidak (sebab lalai dsb).

Pergantian posisi serupa begini pun sering diwarnai tawa dan keramahan suasanan anti serius, tidak seperti musyawarah-musyawarah alot di luar sana. Bukan, bukan karena kami tak ingin membangun FLP Aceh jadi lebih baik lagi. Ini sebab murni, kami tak ingin baku hantam untuk hal-hal sepele. Sebab kami percaya, kejayaan kami sebagai sebuah "jama'ah kebaikan" tidak hanya hadir dari kompleksitas program kerja, tapi juga oleh sebuah "tali" bernama UKHUWWAH dan RABITHAH. Long Life FLP Aceh! :)


Kalau kata Kak Riza Rahmi, "Kecintaan kita pada Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh ini justru lebih teruji jika posisi kita sebagai anggota, saat tak ada lagi "ikatan amanah" yang membuat kita - mau tidak mau - harus memikirkan Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh. Saya takut, esok pagi, ketika saya bangun dan saya bukan lagi ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh, apa saya masih mencintai Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh ini dengan cinta yang sama besar atau tidak."



Well, let's see how much love we have for our beloved Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh. :)

1 comment: