Sunday, May 27, 2012

PEMA Unsyiah Kumpulkan Sumbangan Seragam Lulusan SMA di Banda Aceh

Kemarin, saya sebenarnya, bermodal kesebalan yang membara melihat adek-adek yang ugal-ugalan ngebut motornya dengan seragam bercoret-coret, akhirnya update status di Facebook kaya gini:
Buat ADEK-ADEK yang baru lulus SMA, boleh ga kakak minta seragam-seragamnya yang bekas (DAN TIDAK DICORET-CORET)? Mau kakak sumbangin ke adek-adek kita yang kurang mampu dan masih butuh seragam buat sekolahnya.
Ini SERIUS.
Sebarkan jika berminat. Ditunggu ya! Kalau minat, message/ sms/ telepon/ komen di sini/ mention di Twitter (follow kakak di @nurilannissa). Ocre? :)

Terus, di akun Twitter saya pun mulai bikin twit dengan hashtag #saynotocoretcoret dan minta di-RT sama beberapa akun yang followernya banyak dan alhamdulillah jadi tersebar dan diketahui oleh beberapa "target" alias anak-anak SMA yang masih punya rasa berbagi yang tinggi dan anti kemubaziran. Mereka akhirnya bergabung dengan gerakan #saynotocoretcoret  dan mengatakan akan menyumbangkan seragam bekasnya serta akan mengajak teman-teman lainnya.

Keesokan harinya, alias hari ini, alhamdulillah Pemerintah Mahasiswa Unsyiah, organisasi yang saya juga aktif terlibat di dalamnya mau diajak kerja sama secara lembaga dan kita sangat berharap bisa membuat gerakan ini lebih besar lagi. Yang harus digarisbawahi di sini adalah bahwa kita sangat ingin menanamkan semangat "GO GREEN" dengan tidak "menyampahkan" segala sesuatu yang masih bisa digunakan, misalnya seragam bekas. Dan bayangkan dengan sekian banyak siswa yang corat-coret seragamnya itu, selain mubazir, juga menambah sampah kaleng "Pylox" yang saya ragu apakah semuanya dibuang sesuai dengan peraturan atau tidak. See? Ini gerakan anti mubazir dan cinta lingkungan! Ayo bergabung bersama kami! 

so, coret-coret seragam? NO! (-_-)/


______________________________________________________________

BANDA ACEH - Budaya coret-coret baju yang dilakukan siswa SMA dan SMP saat merayakan kelulusan mendapat perhatian dari Pemerintah Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (PEMA Unsyiah).


PEMA Unsyiah menghimbau kepada Siswa untuk tidak melakukan hal yang tidak bermanfaat tersebut. Hal ini di sampaikan Safrianto, Wamen Kominfo PEMA Unsyiah kepada The Atjeh Post Minggu, 27 Mei 2012.


"Lebih baik seragam adik-adik SMA dan SMP disumbangkan ke teman-teman mereka yang kurang mampu saja sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan mereka," kata Safrianto.


Untuk itu, PEMA Unsyiah mengajak seluruh siswa agar mengumpulkan baju mereka kepada pihak PEMA Unsyiah dan nantinya melalui PEMA Unsyiah yang akan menyumbangkan seragam tersebut kepada yang membutuhkannya.


"Kami sudah mengirimkan pesan singkat kepada adik-adik SMA dan SMP agar mereka tidak mencoret-coret bajunya dan baju tersebut bisa disumbangkan ke PEMA Unsyiah, baju itu nantinya akan kita sumbangkan melalu acara Baksos yang dibuat PEMA,"


Pada bulan Juni mendatang, ujar Safrianto,  PEMA Unsyiah akan melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) ke Aceh Tamiang dan Aceh Timur selama 10 hari, jadi seragam yang sudah terkumpul akan dibagikan di tempat Baksos kepada anak-anak yang kurang mampu.


Sampai dengan hari ini, sudah ada puluhan siswa dari berbagai sekolah di seputaran Banda Aceh, seperti siswa dari SMA Negeri 3 Banda Aceh yang menghubungi Pihak PEMA Unsyiah untuk menyumbangkan baju mereka.


PEMA Unsyiah akan terus membuka program yang disebut dengan "Gerakan Anti Coret Seragam” ini  sampai dengan kelulusan Siswa SMP dan SD nantinya.


Bagi yang ingin menyumbangkan seragam sekolah atau pakaian layak pakai lainnya kepada PEMA Unsyiah bisa menghubungi 085762000071 (Revina) atau dapat langsung mengantarkannya ke Sekretariat PEMA Unsyiah di Jalan Syeikh Abdurrauf, No. 01.01, Gelanggang Mahasiswa Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh.


sumber : http://atjehpost.com/read/2012/05/27/10142/46/6/PEMA-Unsyiah-Kumpulkan-Sumbangan-Seragam-Lulusan-SMA-di-Banda-Aceh

No comments:

Post a Comment