Thursday, June 7, 2012

3 Paragraf dari Seorang Pendosa


Sebenarnya memalukan jika harus menghadap-Nya, memohon ini dan itu sepanjang masa, sementara dosa juga tak kunjung henti dari terlaksana.

Tapi kepada siapa lagi selain Dia? Kepada siapa lagi segala duka dan aib dititip tanpa takut tersebar ke mana-mana? Maka pada-Nya lah, aku dan para pendosa yang sadar diri lainnya menghadapkan wajah.

Ya, mungkin seperti berwajah dua. Tapi siapa yang sebenarnya tahan hidup dalam beceknya jalan hidup yang berlumpur kecuali ia sudah mematikan seluruh inderanya?



Lamkeuneung, 4 Desember 2011

No comments:

Post a Comment