Thursday, June 21, 2012

Aku Tak Mau Langit Biru


Sekali lagi; siapa nyana skenario-Nya? Siapa nyana, kutanya? Bahwa tiap duri yang mengiris sukma, ternyata bisa berbuah nirwana. Bahwa gelegak air mata bercampur kecewa mampu jelmakan diri sebagai telaga bahagia. Bahwa ada permata-permata yang hilang dalam pandang tengik manusia; mengkilap bagi yang sudah mengaku dosa. Wahai.






Sebab langit hanya biru jikalau seluruh awan sepakat putihnya bersatu. Hanya bila sekumpul mendung merunduk malu dan enyah dari tetiap penjuru. Dan jika langit sudah biru. Semua lupa badai. Semua hilang buruk perangai. Semua hati bersorak sorai.






Dan ketika masa itu tiba, langit biru tanpa maksud hendak berjenaka. Aku akan di sana. Menggenggam tombak. Menarik busur. Melempar belati. Mengoyak angkasa dari semua birunya. Hingga langit kembali kelabu. 




Baru aku diam.






Lamkeuneung. Juni 2012.

No comments:

Post a Comment