Thursday, June 21, 2012

Sepotong "Tamparan" dari Kitab Fiqh Al-Awlawiyyat (Fiqh Prioritas)

"Wahai orang yang menjadi budak badan, sampai kapan engkau hendak mempersembahkan perkhidmatan kepadanya?
Apakah engkau hendak memperoleh keuntungan dari sesuatu yang mengandung kerugian?
Berkhidmatlah pula kepada jiwa, dan carilah berbagai keutamaan padanya,
Karena engkau dianggap manusia itu dengan jiwa dan bukan dengan badan."

(Abu Al-Fath Al-Bisti)

Bukankah benar, bahwa neraca tawazun itu begitu goyahnya? Kita; manusia dengan badan saja atau masih punya yang namanya jiwa?



Rumah.17 Juli 2010.

No comments:

Post a Comment