Thursday, July 5, 2012

Aku Malu Berbahagia



Padamu yang selama ini aku rindu
Dengan seluruh jantung
Dan gegap gempita mimpi
Untuk mengiringimu bernyanyi
Di tengah malam
Di bawah purnama sempurna
Bersama ceria jiwa seceria-ceria tawa

Padamu yang selama ini aku tuju
Dengan seluruh yakin dan ragu
Dan jejak-jejak berdebu
Untuk melayari sendu
Deru
Yang mendayu
Dipandangi purnama yang sendiri
Menatap iri jauh ke bumi

Padamu yang terus saja kutitipi cerita biru
Aku dan seluruh bongkah yang kunamai perasaan
Sunyi
Menderak
Yang paling melati
Dalam janji
Janji
Berkubang pasir
Dan
Ombak termesra yang pernah
Dikirimkan untukku

Ya, padamu
Padamu aku menyurut ulur
Untuk kisah yang paling langit
Yang paling mengemis duka

Sementara
Aku
Dan semua syahdu yang Maha
Maka aku
Masih menangis
Sebab sekian banyak
Jantung-jantung hatiku yang serak di serata dunia
Tak
Bebas
Tak
Lepas

Dan aku cuma bisa
Memandang
Membagi cerita
Tanpa bisa menyajikan
Barang sepotong
Purnama
Ombak
Lembutnya malam dalam selimut kelamnya
Bagimu
Di sana

Aku
Sebenarnya
Malu



Anoi Itam, Pulau Weh, 4 Juli 2012, 11:45 WIB
Ya, 15 Sya'ban 1433 H

"Sedang menjadi panitia acara Student Camp; suatu ajang kemah bagi perwakilan Rohis dari tiap kabupaten se-Aceh di Sabang. Dan semua suasana malam ini adalah sebuah mimpi-mimpi yang menyatu; sedang di dalam salah satu potret adegan ter-saya impi-kan dalam hidup ini. Kemah. Di tepi pantai. Deru ombak. Purnama pula. Tenang. Hanya jangkrik dan lain-lain elemen malam. Tapi, ada yang kurang. Ada yang masih kurang. Saya merasa egois sedang bahagia sendiri. Mengingat hidup yang terlalu lena. Tanpa bahkan secebis dari apa yang saudara-saudari kita rasakan di berbagai lain belahan dunia.

Maka di sini saya, berjanji. Akan memaksimalkan kepanitiaan ini. Sebab anak-anak muda Rohis se-Aceh ini adalah harapan baru. Salah satu penyambung rantai dari kebaikan dan cahaya yang menyirami Nanggroe ini. Lalu negeri ini. Lalu dunia ini.

Hingga suatu hari sepotong syahdu malam seperti di Sabang ini adalah milik semua yang mengaku beriman pada-Nya. Di Palestina. Di Burma. Di Afrika. Di Filipina. Di mana saja ada nama Allah diagungkan. Ya, seluruh DUNIA. Amin. Amin. Amin."




1 comment: