Sunday, September 9, 2012

Jika Pagi (Dan Kau Tak Mau Begitu Lagi)



Jika pagi 
Kaubuka jendela 
Kaurunut tingkah demi tingkah 
Polah yang kau siap lakoni 
Sepanjang hari 

Jika tegak surya di atas mata 
Maka kaubeli sepotong roti 
Dengan selai bahagia 
Kaumamah cinta dengan rasa srikaya 
Dengan air cita-cita 
Setenggak saja 

Jika senja 
Kauambil gunting 
Kaurayapi dirgantara sunyi 
Berebut sudutnya dengan camar yang bernyanyi 
Lalu kaupotong pelan-pelan 
Surya yang perlahan menila 
Sekulah-dua laut yang menjingga 
Kaumasukkan dalam amplop 
Kautulis, "Kepada yang ter-rindu, Kekasih di pucuk ufuk." 

Jika purnama 
Kaupungguki puncak paling malam 
Kaulolongi setiap kunang-kunang 
Kautatapi sinar tiap mercusuar 
Kaurendam tapak kaki dalam pasir 

Jika pagi 
Kembali 
Kau kini paham 
Tak semua dongeng melegenda 
Tak semua isi hati adalah puisi 
Tak semua perantauan adalah bunuh diri 

Maka kaulari 
Pergi 
Hingga pagi yang mawar pun enggan 
Mengikuti 

Dan engkau kini berdiri 
Tanpa jika 
Tanpa pagi 




Lamkeuneung, 9 September 2012

No comments:

Post a Comment