Wednesday, October 31, 2012

Kuotasi (Tak Biasa) Tentang Cinta

Antoine de Saint-Exupery:

    "Love does not consist of gazing at each other, but in looking together in the same direction."

artinya : "Cinta tidak memerlukan pandang-memandang kepada satu sama lainnya, tetapi memandang bersama ke satu arah yang sama."

contoh kasus versi saya : Jika memang mencintai teman-teman seperjuanganmu, kamu tidaklah akan memandangi satu sama lain dan sibuk saling memuji atau bahkan mencela, tetapi menyatukan visi misi untuk tujuan perjuanganmu itu.

______________________________________________________


Barbara De Angelis:
    "Love is a choice you make from moment to moment."

artinya : "Cinta adalah pilihan yang kau tentukan dari waktu ke waktu."

contoh kasus versi saya : Tuhan memang sudah menyirami kita dengan cinta, untuk kita yang memutuskan, mau memungutnya atau tidak. Sama seperti daun-daun mapple yang jatuh saat Fall, banyak, lalu kitalah yang datang dan memungut satu untuk kita jadikan pembatas buku. Dan tolong perhatikan, cinta di sini bisa berarti cinta kepada artis luar negeri (ngefans gila), cinta belajar, cinta nulis, cinta bernyanyi, dan cinta-cinta lainnya, termasuk cinta pada manusia. Ya, saya percaya dalam mencintai manusia sekalipun, kita tetap bisa memilih untuk mencintainya atau tidak.

______________________________________________________


Karl Menninger:

   "Love cures people -- both the ones who give it and the ones who receive it. "

artinya : "Cinta menyembuhkan orang -- baik bagi yang memberikannya maupun bagi yang menerimanya."

contoh kasus versi saya : Pernah suatu hari sepulang sekolah (saat masih bersekolah di Melbourne) saya melihat setangkai bunga yang cantik di atas meja di kamar; ternyata teman sekamar saya yang membawa pulangnya. Bunga itu masih segar, warnanya kuning, cantik. Lalu keesokan paginya ia layu, sementara teman sekamar saya sudah berangkat duluan dan tidak menyuruh menyiram atau menyelamatkan bunga tersebut. Tapi saya luluh, lalu saya ambil botol dan isi air, lalu bunga itu saya masukkan ke dalamnya. Sepulang sekolah hari itu, bunga itu kembali segar merona kuningnya. Saya yang sedang sakit kepala berat memikirkan tugas akhir sekolah essai 4000 kata yang tak kunjung selesai, tiba-tiba merasa sangat ringan. Ya, cinta saya pada bunga itu menyerikan tidak hanya kelopak kuningnya tapi juga perasaan saya sendiri.


______________________________________________________


Anne Morrow Lindbergh:

    "Him that I love, I wish to be free -- even from me."

artinya : "Dia yang kucintai, selalu kuinginkan untuk bebas -- bahkan dari diriku sendiri."

contoh kasus versi saya : Burung, setelah anak-anaknya bisa terbang, apakah masih menahannya untuk bermalam di sarang tempat ia dilahirkan? Tidak. Anak-anak itu akan dibiarkan merasakan kehidupan dan belajar untuk melaluinya dengan kekuatannya sendiri, tidak tergantung pada orang lain. Meski pasti terasa sedih seperti tidak lagi diingati bagaikan Mak-nya Malin Kundang, tetapi mendengarkan berita bahagia orang tercinta akan melebihi semua kebahagiaan yang ada. Saya selalu ingin orang-orang yang saya cintai menjadi kuat dan tegar, dapat memberi sebanyak-banyaknya tanpa lama bergantung pada orang lain (selain pada Tuhan, ini tidak mungkin kita tinggalkan).


______________________________________________________


Zora Neale Hurston:

    "Love, I find, is like singing. Everybody can do enough to satisfy themselves, though it may not impress the neighbors as being very much."

artinya : "Cinta, menurut saya, adalah seperti menyanyi. Semua orang bisa menyanyi untuk memuaskan diri sendiri, meskipun mungkin nyanyian itu tidak begitu mengesankan bagi para tetangga."

contoh kasus versi saya : Jika kita menggunakan ukuran artis-artis Holywood sebagai ukuran kebahagiaan, maka banyak sekali yang menjadi sisa penduduk dunia yang tidak bahagia. Tapi apakah anda pernah melihat pasangan suami istri yang suaminya lumpuh? Atau yang istrinya stroke seluruh tubuh? Atau seorang ibu dengan empat orang anak yang mentalnya terbelakang secara berat? Atau keluarga pemulung yang hidup di tengah gunungan sampah? Atau para pengamen yang dibedaki asap kendaraan dan debu jalanan? Mereka tetap bisa menyenyumi dunia, dengan kondisi yang menurut pandangan kita tidak akan pernah menjanjikan kebahagiaan. Apa yang memungkinkan senyum itu? Bagi saya, cinta. Cinta akan hidupnya sendiri (baca : mensyukuri hidupnya) yang membuatnya begitu menikmati "nyanyiannya" meski bagi yang lain tidak begitu "terdengar" bagus.
______________________________________________________

Ada lagi yang ingin berbagi tentang kuotasi (tak biasa) tentang cinta yang patut direnungi? :)

No comments:

Post a Comment