Thursday, November 29, 2012

Cinta Tak Perlu Wajah!


Salah satu adegan terfavorit saya di dorama Jepang berjudul "Bara No Nai Hanaiya" (Toko Bunga tanpa Mawar) adalah yang di atas. Secara singkat, Ceritanya adalah tentang seorang penjual bungam Shiomi Eiji, yang merupakan ayah tunggal dari seorang anak bernama Shizuku. Di awal dorama, secara umum penonton biasanya akan menangkap kesan bahwa Eiji menjadi orang tua tunggal sebab pacarnya meninggal saat melahirkan putri mereka, Shizuku. Eiji bekerja sebagai tukang penjual bunga untuk mencukupi kebutuhan mereka. Walaupun kehidupannya cukup sulit tapi ada satu hal yang memberikan arti dan sukacita dalam hidup Eiji yaitu Shizuku, tapi terjadi suatu kesulitan ketika Shizuku mulai bertingkah aneh, menyembunyikan wajah dengan memakai topeng kain (ada yang berwarna kuning dan ada juga yang berwarna merah muda). Secara singkat, usut punya usut, Shizuku melakukan hal tersebut sebab ia pikir bahwa setiap kali Eiji melihat wajahnya, Eiji akan menjadi sedih sebab teringat akan ibunya Shizuku yang meninggal sebab melahirkan dirinya. Maka dengan niat ingin membuat ayahnya tak lagi sedih itulah mengapa ia menutup wajahnya. 

Eiji awalnya bingung dan khawatir. Bagaimana jika Shizuku di-bully teman-teman sekelasnya sebab menggunakan hal aneh semacam itu di kepalanya. Namun ternyata pada salah satu kesempatan di mana ada temannya yang mencoba melepaskan topeng tersebut, Shizuku malah dibela teman-teman sekelasnya sebab ia adalah seorang "bunga kelas".

Tapi Eiji, yang sama sekali tidak menginginkan anaknya merasa bersalah berkepanjangan seperti itu memohon agar Shizuku melepaskan topengnya dan bahwa ia sama sekali tidak bersedih tiap kali melihat wajah anaknya tersebut. Namun Shizuku tidak semudah itu melepaskan topengnya. Pada akhirnya Shizuku melepaskan topengnya, namun di episode 8-9, ia yang akhirnya tahu bahwa Eiji bukan ayah kandungnya (padahal ia sangat sayang pada Eiji) memberikan satu tes bagi Eiji, untuk tetap mengenalinya di antara sekelas teman-temannya dengan topeng-topeng yang mirip dengan yang ia gunakan di awal-awal episode.

Di sinilah saya benar-benar terhenyak. Benarlah. Bahasa cinta itu lebih dari sekedar rupa. Bahwa jika kita sudah mencintai seseorang (baik saudara seiman, rekan sejawat, dll) secara tulus dari jiwa, maka mengenalinya adalah bukan lagi dari wajah, tapi dari jiwa. Begitu saja terdeteksi keberadaannya. Teringat salah satu ucapan seorang teman ketika saya tanyakan padanya (ia sudah menikah dan punya 2 orang anak), bagaimana caranya kita tahu bahwa kita sudah jatuh cinta pada seseorang dalam petunjuk Allah (bukan sekedar cinta sebab ukuran fisik atau materiil lainnya). Katanya (kira-kira) :

"Tenang saja, Rin. Nanti ketika masanya tiba, kita akan tahu sendiri. Sebab cinta macam itu, jiwa-lah yang jatuh cinta, bukan raga. Maka tanpa alasan yang bisa dijabarkan secara akurat, tiba-tiba saja kita akan merasa, 'Ah, inilah dia.', sesederhana itu saja."

Ah, manis sekali. Jiwa yang jatuh cinta. Tanpa pemanis buatan. Tanpa pengawet apa-apa. Tanpa harus memasang konde atau celak mata tebal.

"Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita." (H.R. Abu Daud)
Dan saya rasa, tak ada satu manusia normal pun yang akan menolak cinta yang semacam di atas. Cinta yang terpatri antar-ruh, lepas dari segala ukuran duniawi. Semoga kita termasuk ke dalam kaum yang menganut cinta serupa itu. Amin. 


Di sela jam jaga malam yang tenang (tanpa pasien yang tiba-tiba partus/ abortus/ kejadian-kejadian obstetrik-ginekologik lainnya di Rumah Sakit Meuraxa, 29 November 2012, 00:12 AM

6 comments:

  1. Wah, mau nonton aaaah..kapan2 :D
    Bookmark dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Recommended kakak. So sweet meunan dorama ini. :')

      Delete
  2. Kak Nuril, boleh minta copes tak? Kayaknya menariik nih. :D

    ReplyDelete
  3. Artikel yang bagus!

    Teringat Ayat Quran Surat. Al Anfal - 63
    "wa-allafa bayna quluubihim law anfaqta maa fii al-ardhi jamii'an maa allafta bayna quluubihim walaakinna allaaha allafa baynahum innahu 'aziizun hakiimun"

    dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman)622. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.

    ReplyDelete