Friday, December 21, 2012

Rekam Jejak 5-6 Desember 2012


Ini zaman edan.Zaman di mana cerita tentang "Kijang" bisa diplintir jadi tentang "Sedan".
Ini zaman teknologi bermutu.Satu foto, seribu cerita; tak kisah ceritanya asli atau palsu. 
Ini zaman Hak Asasi Manusia.Kecuali diri sendiri, semua yang lain boleh diganggu kedamaiannya.
Ini zaman demokrasi. "Kalau belum aku yang berkuasa, akan kubusukkan mereka yang sedang memimpin kini." 
Ini zaman nasionalisme tinggi. Meski tak lagi dijajah Tuan-Noni, harus berani berkoar-koar di tengah damainya suasana pendidikan rakyat di tengah hari.
Ini zaman ajaib. Sebab seolah hanya yang berjanggut dan berjilbab lebarlah yang munafiq, yang lain cuma "manusia biasa" yang boleh beraib.
Aku? Butiran debu di pinggir kali. Menonton semua sambil bergumam dalam kunyah-kunyah cita-cita tinggi, "Duhai, aku mau diri yang terintegrasi dengan aturan Tuhan, lepas dari ajakan-ajakan maya dunia. Cukup sekali Tsunami."


Status Facebook, di-update di Tungkop, 5 Desember 2012.

Mendapat 77 likes dan 23 shares, saya masih merasa dunia masih saja belum seutuhnya bisa membuka mata tentang mana yang benar mana yang salah. Namun demikian, saya tidak khawatir. Sebab ada Yang Maha Melihat. Seperti yang saya update sehari setelahnya;


Allah tidak pernah tidur. Allah tahu tiap kronologis cerita, bahkan yang paling ngelindur.
Allah paling paham meski manusia kadang berusaha membuat suatu masalah kabur.
Allah selalu tahu, dalam niat dan konspirasi apa kita tercebur. 
Jika tidak di dunia, nanti di akhirat saja kita lihat, biar Allah yang memberikan keputusan, siapa yang sebenarnya berbohong dan siapa yang jujur. 
Selamat pagi para pencari kebenaran. Jangan pernah berhenti cuma karena tersandung satu dua batu. :)


Dan mengutip kata-kata seorang teman dalam salah satu statusnya di Facebook juga;

"Saya kasih tahu kenyataannya buat kalian2 yang ngomong anak LDK dan anak kantin. itu isu pantengong yang sudah dipelihara lebih puluhan tahun biar kalian bermusuhan. setelah tamat, kalian akan melihat dunia yang sebenarnya. kalian pikir kalian akan bisa hidup dengan anak kantin saja? atau anak LDK saja? tidak akan bisa. mungkin saja istri kalian nanti adiknya adalah anak LDK, ataupun teman kerja kalian adalah anak kantin. ataupun tentangga kalian adalah anak LDK atau anak kantin dulu. lalu kalian mau lemparan2 batu lagi? bawa lari kotak suara? koar2 kalian hebat? moga kalian cepat dewasa nak. yang kalian lakukan itu semua tidak berarti ketika kalian tamat kuliah. sooo...jaga perilaku agar jangan sampai sampai kalian menyesal dikemudian hari."

Sangat mengimpikan Universitas Syiah Kuala yang lebih cerdas dan intelektual, yang meskipun berbeda ideologi dalam berpikir dan menentukan solusi bagi pelbagai permasalahan yang ada, namun tidak sampai menunjukkan kebarbaran sambil mendongak bangga. Amin.

1 comment: