Wednesday, February 13, 2013

Valentine Celebration = Love Celebration (?)

"I'm not yours, you're not mine, so be my ANTI valentine!"


Yes, I don't support for Valentine celebration.

Yes, I totally disagree with all the traditions following the 14th of February's rituals e.g. chocolate presenting, flowers giving, dining, partying etc.
And by having those statements, I don't call for eliminating the word "LOVE" from its universal and charming existence upon this beloved dearly earth.

1. "Valentine" celebration is not the same to "love" celebration. You can still love and spread your love around without having any valentine moment all around the world.

2. I don't really give a darn thing about its doubt-able historical backgrounds of it (remember those stories of St. Valentine, the fall of Islamic reign in Spain, tradition to spread love in Christianity). My English teacher (and he is an atheist, used to practice Catholics in his younger age) once said, "Valentine is not, at all, I say, not at all, a religious issue. It is mere economics-based celebration. People wouldn't have any reason to but tonnes of chocolates, billions of roses. Come on, get real, Annissa! Valentine moment is a gold mine for them, and they would never let that bucks-producing moment go away just like that!", and then on wards, I realized that he was right!

3. I'm a muslim. And in Islam, I've already got a gazillion reasons and moments to spread love to everyone around me. Not only to humans, but also to animals, plantations, even to the “dead” earth and skies as well as the entire universe! We’ve got id days (twice a year), rewards for always giving charities to others (too many ayah and hadeeth to be described up here, please Google for a more detailed elaboration). Some random additional-unclear-moment is out of list already. Those chocolates might be probably better off given to the orphans/ kids off the street who hardly have enough money to buy daily food.

4. It is in my opinion though. However, you’ve got your own rights to speak otherwise. I believe, love is love; to be spread around proportionally. Just one moment to make it right to go over “the boundaries” would only make us look uncivilized. You know, one night stand, some long night to stay up late for with particular person(s). Goodies, call me old fashioned but I really don’t see that of a way to show some real love.

Have a happy love-sharing year! Yes, just one day wouldn’t contain much of what we can share!  :)

_______________________________________________________________________


Ya, saya tidak mendukung perayaan Valentine.

Ya, saya sepenuhnya tidak sepakat dengan seluruh tradisi mengikuti momen 14 Februari ini seperti menghadiahi cokelat, bunga, makan bersama, pesta, dll.
Dan dengan menyatakan diri seperti ini, saya sedang tidak menuntut dihapuskannya kata "CINTA" dari penggunaannya yang universal dan menakjubkan di atas bumi terkasih kita ini.


1. Perayaan "Valentine" itu tidak sama dengan perayaan "cinta". Anda masih bisa mencintai dan menyebar cinta pada siapapun di sekitar anda tanpa momen Valentine apapun sepanjang tahun di bagian manapun di dunia ini.

2. Saya tidak peduli sedikitpun mengenai latar belakang sejarah Valentine yang bagi saya begitu meragukan (ingat kisah St. Valentine? Kejatuhan Islam di Spanyol dsb?). Guru Bahasa Inggris saya (dan ia adalah seorang atheist yang ketika mudanya dulu adalah seorang Katolik) pernah suatu waktu berkata, "Valentine itu bukan, sama sekali bukan, sebuah perayaan keagamaan manapun. Ini merupakan momen yang didasarkan lebih pada alasan ekonomi. Orang-orang tidak akan mau membeli berton-ton cokelat, milyaran tangkai mawar tanpa alasan tertentu. Ayolah, Annissa, sadar! Valentine itu adalah tambang emas bagi mereka, mereka tidak akan pernah rela melepaskan momen yang bisa menghasilkan banyak uang seperti ini begitu saja!", dan sejak saat itu, saya sadar bahwa beliau benar!

 3. Saya adalah seorang muslim. Dan dalam Islam, saya sudah punya segunung alasan dan momen untuk menyebarkan cinta pada siapapun di sekitar saya. Tidak hanya pada manusia, tetapi juga pada hewan-hewan, tumbuhan, bahkan pada bumi dan alam yang "mati" ini pun kami disuruh berbagi cinta! Kami punya hari id (dua kali setahun), pahala (yang berlimpah) untuk selalu berderma bagi orang lain (dalil ayat Quran dan haditsnya terlalu banyak untuk dijabarkan di sini, silakan Google untuk lebih detil). Momen dengan latar belakang tak jelas jelas sudah di luar daftar. Cokelat-cokelat itu padahal mungkin lebih baik diberikan pada anak-anak yatim/ jalanan yang bahkan untuk makan sehari-hari tak selalu bisa membeli makanan.


4. Ini murni pendapat saya pribadi. Bagaimanapun juga, anda punya hak sepenuhnya untuk berpendapat dengan sudut pandang sebaliknya. Saya percaya, cinta adalah cinta; untuk disebarkan secara proporsional. Hanya satu momen untuk membenarkan "sedikit tindakan di luar batas-batas yang ada" hanya akan membuat kita merendahkan derajat peradaban kita (yang sudah jelas-jelas mengaku "modern" ini). Anda tahulah, "satu malam ini saja", malam yang panjang untuk dihabiskan dengan orang (atau orang-orang, jamak, bukan 1 orang saja) tertentu. Entahlah, sebut saya "jadul" tapi saya tidak paham bagaimana hal-hal serupa itu disebut pembuktian cinta secara nyata.

Selamat menikmati momen berbagi cinta sepanjang tahun! Ya, sebab satu hari saja tak akan pernah cukup untuk menampung seluruh cinta yang bisa kita bagi ke sesama! :)




 Lampriet, 13 Februari 2013

1 comment:

  1. ya cinta adalah cinta, kami rasa Maulid adalah salah satu bentuk cinta....biarpun terkadang ada yang tidak setuju dengannya

    ReplyDelete