Sunday, February 9, 2014

Es Campur yang Diberi Judul Sketsa Pelangi



Merujuk ke deskripsi bagi buku ini di situs resmi LeutikaPrio (penerbit indie yang menerbitkan kumpulan cerpen ini), kumpulan cerita pendek ini merupakan karya 25 penulis yang tergabung dalam grup ANTOLOGI ES CAMPUR. Dikatakan pula bahwa para penulis berasal dari beragam latar belakang, sehingga membawa gaya bercerita yang variatif. Keberagaman tersebut, disebut juga memberi kesegaran layaknya es campur dalam kumpulan cerita pendek Sketsa Pelangi ini. Menurut situs tersebut, buku ini layak dibaca karena mengupas segala sisi kehidupan manusia ini mengajari kita arti hidup tanpa harus menggurui. Tidak hanya tema cinta yang diangkat di sini, tetapi tentang keluarga, kehidupan di jalanan, fantasi, dan religi. Buku yang pas juga untuk koleksi, begitu kalimat terakhir di deskripsi mengenai buku tersebut.

Lantas, bagaimana pendapat saya mengenai buku ini? Well, sebagai buku pertama yang saya pilih dalam program #OneMonthOneBook, saya merasa salah pilih jodoh, eh, starting point. Buku perdana yang saya pilih, kira saya. Buku perdana ini, awalnya saya niatkan untuk membuat saya akhirnya berpikir, "Aha, see, udah lama banget ga baca hal-hal baru. Lihat tuh, keren banget kan cara orang membangun karakter, latar belakang. Oh, itu metafora baru! Oh, itu personifikasi yang lebih segar!", dan masih banyak harapan lain yang saya harap bisa kembali membakar semangat menulis fiksi saya yang mulai mendingin.

Tapi saya berakhir dengan sebuah tekad; kali kedua ini, saya harus menemukan sesuatu yang lebih dari buku yang saya baca. Meski tentu saja, dari buku Sketsa Pelangi ini (yang kebetulan merupakan hadiah dari seorang teman di Forum Lingkar Pena Wilayah Aceh, yang kini sudah pindah dan berdomisili di Pulau Jawa sana) tetap ada beberapa pelajaran yang bisa saya ambil. Berikut pelajaran-pelajaran itu.


  • Harusnya saya tidak pasang ekspektasi berlebihan mengenai kumcer ini, mengingat sejak awal saja kumcer ini sudah disebut dengan istilah ANTOLOGI ES CAMPUR. Benar-benar es campur cerita pendek dari 25 orang penulis berbeda! Meski dikatakan tidak hanya tentang cinta, saya justru menangkap kesan tema cinta masih merupakan tema dominan dalam berbagai cerpen dalam buku ini. Malah kalau mau saya ambil kesimpulan lebih kerucut lagi, lebih banyak tentang cinta yang tak berbalas, ditinggal pergi, dikecewakan dsb. Sama sekali bukan konsumsi yang baik bagi hati yang sedang bersedih; kemungkinan besar kegalauan akan meningkat pesat. Nah, masih "Es Campur"? Iya jika ditilik dari latar belakang semua penulisnya, tapi tidak dalam hal kekayaan jenis tema untuk ditelan.
  • Kemudian entah mengapa, saya merasa banyak cerpen di sini yang menggantung. Bukan, bukan question mark ending, tapi murni pemenggalan cerita begitu saja demi yang namanya cerita "pendek". Padahal, di situlah seninya sebuah cerpen; bagamana ceritanya bisa tetap memberi sebuah khasanah lengkap tentang konflik meski cuma pendek saja. Dipenggal bagaimana, mungkin begitu pertanyaan yang muncul dalam kepala teman-teman. Misalnya, cerpen diakhiri begitu saja dengan "hari sudah senja", atau "lamunan tentang masa lalu yang berakhir sambil menunggu kopi".
  • Saya menemukan bahwa lebih dari setengah dari cerpen-cerpen di sini menggunakan "cara lama" dalam memulai cerpen; dimulai dengan latar alam, baik pagi maupun senja. Ada matahari yang bersinar dengan gradasi yang berbeda; tapi intinya tetap ada matahari di paragraf pertama cerpen-cerpennya. Ada angin, awan, dsb. Boleh saja sih, memulai cerpen dengan cara seperti itu. Namun membaca lebih dari satu cerpen memulai ceritanya dengan cara yang mirip-mirip itu membuat saya cenderung "skip-reading" sebab bisa menebak dengan mudah maksudnya apa; padahal kan harusnya menikmati ya? Alangkah lebih baik, bagi seorang editor karya-karya yang bersifat antologi begini, untuk bisa jadi lebih jeli lagi menghindari faktor-faktor yang berpotensi menimbulkan kejenuhan pembaca begini. Menurut saya sih ya ini, bukan ahli sastra, cuma dari sudut pandang seorang pembaca saja. :)
  • Masih penasaran juga tentang buku ini? Well, jangan cuma baca pendapat saya saja ya, baca saja bukunya langsung. Mungkin bagi teman-teman, setelah membaca buku ini, semua pendapat saya di atas akan tertolak adanya. ;)
That's it for now, semoga tulisan ini membuat anda penasaran dan mencari buku yang saya paparkan di atas. Semoga jadi penasaran untuk membaca juga! ^^

Lamkeuneung, 8 Februari 201



No comments:

Post a Comment