Thursday, July 10, 2014

Dek Koas Pernah Kecelakaan Juga


Dua hari "mendekam" di rumah tanpa "wajib hadir" dan atau "jaga", lalu kemudian saya merenung,

"Allah, terima kasih atas kesempatan untuk tidak Kau panggil dulu menghadap-Mu kemarin. Terima kasih telah membuatku ingat mengancingkan pengait helm sebelum berangkat sehingga benturan ke aspal terserap ke helm dan bukan calvaria-ku. Terima kasih telah membuatku memilih kaos kaki berbahan lebih tebal dari biasa ketika berpakaian paginya sehingga yang robek-robek kaos kaki dan (minimal saja lecet) di kakiku. Terima kasih telah membuat adik yang kubonceng terseret di atas ranselnya sehingga ranselnya yang rusak, bukan badannya. Terima kasih sudah menjawab kemelut pikiranku yang sempat ribut sejenak sebelum stang motorku tersenggol stang motor orang lain. Terima kasih atas tukang becak yang kebetulan lewat dan langsung menawarkan becaknya untuk membawaku ke IGD RSUZA. Terima kasih atas sahabat-sahabat terbaik yang membantu dan menghibur di IGD tanpa pamrih. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Dan kini, aku sadar, ya Rabb, lebih baik lecet dan lebam di sekujur fisik, daripada berkelanjutan cedera di dalam hati.."

Lamkeuneung, 19 September 2013, dengan tangan kiri yang waktu itu sudah bisa ikut membantu tangan kanan mengetik, tapi belum bisa menggenggam sempurna.

No comments:

Post a Comment