Thursday, July 10, 2014

Kalsium Sayang Seorang Ibu


"Bayangkan, tiap kali seorang ibu melahirkan, ia harus menyumbangkan separuh simpanan Kalsiumnya bagi bayinya. Bagaimana jika ia punya 3, 4, atau 5 orang anak? Sudah berapa kali anaknya "merampok" jatah Kalsium sang ibu? Apalagi jika sang ibu tak punya asupan Kalsium yang cukup, itulah kenapa banyak ibu-ibu yang mengalami osteoporosis di usia tuanya."

Mama, Ummi, Ibu, Bunda; dengan panggilan apapun kaumemanggilnya, muliakanlah ia. Tak peduli ia hidup di kota, desa atau pinggiran kampung yang mungkin tak tertera di peta. Sungguh, lebih dari cuma Kalsium yang ia korbankan untuk kita, sehingga makin hari makin ia mengeluhkan "sakit pinggang", "bungkuk" (sementara kita cuma melirik sebentar lalu melenguh melenggang pergi). Ia mengorbankan kesehatannya dan dengan rela terancam berbagai komplikasi medis saat hamil. Demi siapa? Demi kita.

Jika dekat dan bisa sering berjumpa, bahagiakanlah dengan keberadaanmu dan berbagai cara.
Jika jauh dari pandangmu, kirimkan doa dan hubungi ia sesekali jika mudah.
Jika ia sudah tiada, duhai, bukankah tak ada lagi alasan untuk mempershalih diri lalu memperpanjang doa dalam tiap kesempatan baginya, bukan? Tak perlu menunggu tanggal 22 Desember tiap tahun lalu menyesal belum bisa membahagiakannya secara maksimal, kan?

Kamar Bersalin RSUDZA, 22 Desember 2012

2 comments:

  1. Betul mbak...
    Tidak hanya kalsium yg saya ambil.keringat, tenaga, sakit hatipun kadang tercipta akibat tingkah polah saya. Astagfirulloh... #lovemymomalways

    ReplyDelete