Tuesday, September 26, 2017

Sharing Perlengkapan ASI Eksklusif Bilal part 4; Tips Memilih Pompa ASI/ Breastpump & Tips Memelihara Pompa ASI Manual

Bismillah, balik lagi ke #SharingPerlengkapanASIXnyaBilal selanjutnya, kali ini bahas pertanyaan dek bumil salihah @arnova.reswari, #tipsmemilihpompaASI, berikut yang harus dipertimbangkan;

1. Budget
2. Mudah dibersihkan
3. Efisiensi waktu & tenaga
4. Cocok

Budget. Sebab kalau mau pompa yang kece fiturnya biasanya butuh duit 1-2 jutaan. Duh mahal ya. Ada sih caranya biar gratis. "Arahkan" siapa gitu buat bungkusin pompa ASI idaman kita jadi kado haha. Intinya berdamailah dengan isi dompet. Pompa ASI bisa diganti dengan #Marmet yang penting stok ASI buat anak aman. 🙌

Mudah dibersihkan semua seluk beluknya (dengan air & sabun, bisa diraih dengan sikat botol/dot, dibilas & disteril air panas atau mesin steriliser) agar ASI baru ga nyampur dengan lemak ASI sebelumnya (yang pasti uda basi). Jadi kalau ga niat mau susah payah bersihin pompa, mending nenenin/#Marmet aja. Daripada ga bersih, khan kalau bayinya kolik/kembung ga kece. 😣

Efisiensi adalah relatif. Kalau mau rajin bersihin + steril pompa, maka pompa adalah solusi bagi multi taskers. Jadi sambil mompa bisa makan, ngobrol dengan suami dsb termasuk online 😁. Apalagi kalau elektrik double pump, pompa 2 payudara sekaligus, hemat waktu. Tapi balik ke budget sih hehe.


Dan cocok. Ini yang abstrak. Sebab faktor nyaman & toleransi orang beda-beda. Makanya di kota besar banyak yang nyewain pompa ASI (di #BandaAceh ada ga ya?) jadi bisa nyoba beberapa merk, baru beli yang paling sesuai. Atau minjem dulu. Saya dulu minjem #UnimomManualBreastpump punya kak @nianizatrisna baru deh mutusin beli #PigeonManualBreastpump karena uda ada bandingan. Gitu.. Well, selamat nimbang-nimbang! 😊

#SharingPerlengkapanASIXnyaBilal

Uda tau jenis-jenisnya, uda mikir mau beli yang mana, sekarang #tipsmemeliharapompaASI biar tahan lama (baca: ga rusak & semoga bisa dipake buat adek-adeknya nanti hehe)

1. Pertama kali dibuka dari kotaknya, cuci bersih semua bagian yang bisa dicuci (kalau pompa elektrik, mesinnya jangan dicuci!) pake air yang mengalir + sabun + sikat sampe ke seluk beluk (saya biasanya pake sikat botol/dot yang banyak dijual di pasaran). Sterilkan. Bisa pake air panas baru mendidih, rendam. Atau pake steriliser, baik yang model steamer, dishdryer atau sinar UV (harga makin ke kanan makin mahal hehe)

2. Tiap kali pemakaian, langsung cuci dengan sabun, keringkan. Kalau mau sterilkan silakan. Tapi kalau saya, praktisnya cold sterilization alias cuci pake air dan sabun anti bakteri yang food grade (kaya Sleek) dan keringkan di suhu kamar dengan AC menyala. Atau bilas dengan air matang, simpan di kulkas. Intinya, makin segera dicuci pasca penggunaan, makin bagus agar berkurang kemungkinan lemak ASI tertinggal dan lengket lalu basi di struktur dalam pompa. Kenapa di suhu dingin simpannya? Agar kalau mau digunakan dalam waktu dekat, lebih yakin, sebab kalau pun ada ASI yang tertinggal, ASI-nya tidak basi sebab dalam suhu kulkas/dingin.

3. Kalau dibilas air matang atau disteril pakai mesin steriliser steamer, kan biasanya tinggal tuh, droplet-droplet air kaya embun di struktur pompa. Nah, kalau saya ya (ga setuju gapapa hehe, yang jelas alhamdulillah Bilal belum pernah bermasalah pencernaannya dengan cara ini), biasanya langsung pakai tanpa dikeringkan. Kenapa? Sebab airnya matang. ASI kan 88% air, jadi sesama air. Daripada dilap pake tisu lagi, mending yang keikut ke ASI air matang maksudnya. TAPI kalau pake air PDAM/sumur nyucinya, saya lap kering pake tisu. "Daripada"-nya kali ini dibanding air mentah, mending kering + kena tisu. 😁

Idealnya? Cuci + steril tiap kali pake sih. Tapi apa daya, kadang-kadang "kreatifitas" itu penting asal prinsip kebersihan terjaga. Dan ini sangat berguna jika mepet-mepet hehe. Well, apapun, happy pumping dengan pompa yang bersih ya! 😊


No comments:

Post a Comment